02153 2200397 4500001002100000005001500021035002000036245011100056100003900167250002000206300003000226700003900256264003900295264001100334336002100345337003000366338002300396082001800419084001800437020002100455650002700476650002000503520097400523500003401497007000301531008004101534040002201575850001201597041000801609990002301617990002301640990002301663990002301686990002301709990002301732INLIS00000000053744720190415090825 a0010-04190000681 aPerspektif demokrasi untuk Islam Indonesia /cHasbullah Masudin Yamin ; Penyunting, Putri Kusuma Anggraini0 aHasbullah Masudin YaminePengarang aCetakan pertama axii, 130 halaman ;c20 cm0 aPutri Kusuma AnggrainiePenyunting aYogyakarta : :bDeepublish,,c2018 a©2017 2rdacontentaTeks 2rdamediaaTanpa perantara 2rdacarrieraVolume 2[23]a297.622 a297.622 HAS p a978602-453-675-6 aIslam dan Pemerintahan aDemokrasi Islam aDemokrasi menjadi alasan upaya sekularisasi Islam, bahwa Islam adalah agama trasendental antara pemeluk dan Tuhannya, sehingga dianggap perlu membuat dinding pemisah antara urusan ritualitas agama dan urusan keummatan lainnya.Pro dan kontra di kalangan umat Islam didasarkan pada perbedaan pandangan (point of view) akan beberapa hal diantaranya tentang konsep khalifah serta tata cara pengangakatannya. Pada dasarnya, umat Islam menyadari bahwa Islam adalah agama universal, namun universalitas Isalam dihadapakan pada realitas modernisme, sehingga bagi pihak yang kurang sepakat tentang penerapan syari’at beranggapan bahwa sangat sulit (bukan tidak mungkin) menerapkan konsep khalifah dengan pemimpin tunggal . Negara pada pengertian sebagai suatu kelompok masyarakat terorganisir dengan pemimpin dengan batasan wilayah akan mustahil menerapkan kosep khalifah seperti zaman Nabi atau Khulafa-rasyidin yang belum mengenal konsep kekuasaan teritori seperti saat ini. aBibliografi : halaman 127-128ta190415s yoi g ind  aSBPKHATbinderda aSBPKHAT aind a00956/B1/PPBH/2018 a00957/B2/PPBH/2018 a00958/B3/PPBH/2018 a00956/B1/PPBH/2018 a00957/B2/PPBH/2018 a00958/B3/PPBH/2018