01881 2200397 4500001002100000005001500021035002000036245011500056100003200171300002500203740002200228700003000250700003000280700003000310264003100340264002700371336002100398337003000419338002300449082001800472084001800490020002200508650001800530505072300548007000301271008004101274040002201315850001201337041000801349990002101357990002101378990002101399990002101420990002101441990002101462INLIS00000000053816720190719112313 a0010-07190001491 aSang Juragan Teh /cHella S. Haasse ; Penerjemah, Indira Ismail ; Editor, Primadonna Angela, Meggy Soedjatmiko3 aHaasse, Hella S.ePengarang a440 halaman ;c20 cm aHeren Van De Thee0 aIndira IsmailePenerjemah0 aPrimadonna Angelaeeditor0 aMeggy Soedjatmikoeeditor aJakarta :bGramedia,c2015 a©1992 Hella S. Haasse 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume 2[23]a839.303 a839.303 HAA s a978-602-03-2342-8 aFiksi Belanda aDi novel yang pernah dimuat sebagai cerita bersambung di Harian Kompas pada tahun 1990 ini dikisahkan bagaimana Rudolf Kerkhoven yang baru saja menamatkan pendidikan teknik di Delft Belanda berniat pergi ke Hindia Belanda, mengikuti jejak sang ayah dan beberapa keluarganya yang membuka perkebunan di Hindia. Rudolf berniat meneruskan usaha perkebunan ayahnya (Rudolph Albertus Kerkhoven) di Arjasari, Jawa Barat. Ketika niatannya terlaksana dan sampai di Hindia ternyata ia tidak diizinkan tinggal dan mengelola perkebunan teh milik ayahnya di Arjasari melainkan ia harus mencari dan membuka lahan baru. Untuk itu Rudolf magang di perkebunan milik pamannya, Eduard Kerkhoven di perkebunan Parakan Salak, Sukabumi.ta190719t jki g f ind  aSBPKHATbinderda aSBPKHAT aind a431/B1/PPBH/2016 a432/B2/PPBH/2016 a433/B3/PPBH/2016 a431/B1/PPBH/2016 a432/B2/PPBH/2016 a433/B3/PPBH/2016