02069 2200337 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059040002200100100006300122245007100185250002000256300003100276505110500307020001801412041000801430082001501438084001601453264004101469264001101510336002101521337003001542338002301572650002301595700003501618850001201653990002201665990002201687990002201709INLIS00000000053818820201221021931 a0010-0719000170ta190722s yoi ind  ardabSBPKHATcind0 aEmha Ainun NadjibePengarangeEmha Ainun NadjibePengarang1 aOrang Maiyah /cEmha Ainun Nadjib ; Penyunting, Arif Koes Hernawan aCetakan Pertama aviii, 100 Halaman ;c18 cm aOrang Maiyah adalah orang yang membaca dirinya berulang-ulang, ribuan kali. Di dalam Maiyah tak ada guru dan murid. Semua orang adalah murid, sang penghendak ilmu. Hidup orang Maiyah tidak tergantung kekayaan dan atau kemiskinan, tetapi tergantung pada proses pembelajaran menggunakan akal dan nuraninya untuk menyutradarai hidup menuju yang pantas dituju. *** Orang Maiyah menunjukkan kepada kita bahwa Cak Nun bukanlah satu-satunya tokoh kunci. Cak Nun bukanlah orang suci yang berusaha mencerahkan bumi. Buah pikirannya tertransfer kepada orang-orang Maiyah lainnya, yang kemudian melanjutkannya lagi kepada orang-orang di sekitar mereka. Orang Maiyah adalah orang-orang yang ikhlas dan mau berpikir. Bagi orang Maiyah, tanggal 17 menjadi saat yang paling ditunggu-tunggu. Dengan wajah cerah dan energi melimpah, mereka berkumpul selama lima hingga tujuh jam di suatu tempat, tanpa rasa lelah dan terpaksa. Lalu, apa yang sesungguhnya membuat mereka bertahan? Buku ini merangkum dialog Cak Nun dan tujuh orang Maiyah lainnya dalam menginternalisasi peran forum Maiyah dalam keseharian hidup mereka a9786022911265 aind a113.8 [23] a113.8 EMH o aYogyakarta :bBentang Pustaka,c2015 a©2015 2rdacontentaTeks 2rdamediaaTanpa Perantara 2rdacarrieraVolume aFilsafat Kehidupan0 aArif Koes HernawanePenyunting aSBPKHAT a2152/B1/PPBH/2016 a2153/B2/PPBH/2016 a2154/B3/PPBH/2016