02991 2200409 4500001002100000005001500021035002000036245023100056100003100287300004400318740012000362700003300482700003200515700002900547700003200576700003400608264006100642336002100703337003000724338002300754082001600777084001800793020002200811650002300833650004800856505145900904504003402363500002902397007000302426008004102429040002202470850001202492041000802504990002302512990002302535990002302558INLIS00000000053859920190807082852 a0010-08190000981 aSerdadu Belanda di Indonesia 1945-1950 :bkesaksian perang pada sisi sejarah yang salah /cGert Oorstindie bekerja sama dengan Ireen Hoogenboom dan Jonathan Verwey ; penerjemah, Susi Moeimam, Nurhayu Santoso, Maya Sutedja-Liem3 aOostindie, GertePengarang axxvi, 371 halaman :bIlustrasi ;c24 cm aJudul asli : soldaat in Indonesie 1945-1950 : getuigenissen van een oorlog aan de verkeede kant van de geschiedenis3 aHoogenboom, IreenePengarang3 aVerwey, JonathanePengarang0 aSusi MoeimamePenerjemah0 aNurhayu SantosoePenerjemah0 aMaya Sutedja-LiemePenerjemah aJakarta :bYayasan Pustaka Obor Indonesia - KITLV,c2016 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume 2[23]a959.8 aR 959.8 OOS s a978-979-461-684-0 aBelanda--xSejarah aIndonesia--xSejarah--yRevolusi, 1945-1949 aPerang di Indonesia tetap saja membangkitkan emosi yang tinggi pada generasi berikutnya di Belanda. Situasi tersebut tidak mengherankan. Saat itu Belanda mengerahkan 220.000 serdadunya untuk suatu perang yang tidak dimenangkan dan yang sesudahnya disebut ‘salah’. Dalam debat umum tentang operasi militer Belanda yang pernah paling besar, dibahas terutama tentang tindak-tindak kejahatan perang Belanda. Para veteran memperdengarkan banyak suara mereka dalam perdebatan ini. Itu masuk akal, mereka ada di sana waktu itu, mereka mengalami realita yang sebenarnya, mereka tahu apa yang dibicarakan.Buku ini didasarkan atas pelbagai surat, buku harian, buku kenangan, dan memoar mereka. Apa yang terungkap tentang tindak kejahatan perang itu seringkali mengejutkan. Tetapi juga menyangkut tema-tema lain: ketegangan antara misi Belanda dan realita di tempat yang sulit dikendalikan; sikap mengerti atau tidak mengerti tentang orang-orang Indonesia dan perjuangan mereka untuk merdeka; frustrasi-frustrasi terhadap pimpinan militer dan politik; ketakutan, rasa dendam dan malu; kebosanan dan seks; merasa asing di tanah Hindia dan juga di rumah sepulang mereka ke negeri Belanda; kemarahan atas tahun-tahun yang hilang dan rasa kurang dihargai. Dalam Serdadu Belanda di Indonesia 1945-1950 cerita-cerita dari para serdadu ini dikemukakan dalam konteks perang dekolonisasi yang lebih luas dan cara mengatasinya di Belanda. aBibliografi : halaman 314-327 aIndeks : halaman 364-371ta190807t jkif g 1 ind  aSBPKHATbinderda aSBPKHAT aind a01195/B1/PPBH/2018 a01196/B2/PPBH/2018 a01197/B3/PPBH/2018