02037 2200373 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059040002200100043001200122100008700134245008500221250002000306300002700326020001800353041000800371082002100379084002100400264003200421336002100453337003000474338002300504520093900527600002601466650001501492650002701507850001201534990002401546990002401570990002301594990002301617990002301640INLIS00000000053919020220614081535 a0010-1019000037ta191004 g 0 ind  aSBPKHATbinderda aa-io--- aSoekarnod1901-1970dSoekarnod1901-1970dSoekarnod1901-1970dSoekarnod1901-1970 aIslam Sontoloyo :bPikiran-Pikiran Sekitar Pembaruan Pemikiran Islam /cSoekarno aCetakan Keempat a206 halaman ;c20.5 cm a9796028635205 aind aKH 297.622 SOE i aKH 297.622 SOE i aBandung :bSega Arsy,c2015 2rdacontentaTeks 2rdamediaaTanpa Perantara 2rdacarrieraVolume a"Tetapi apa yang kita catat' dari Kalam Allah dan Sunnah Rasul itu? Bukan apinya, bukan nyalanya, bukan flamenya, tetapi abunya, debunya, ashesnya."(Ir. Soekarno) "Umat Islam terlalu menganggap fiqh itu satu-satunya tiang keagamaan. Kita lupa, atau kita tidak mau tahu, bahwa tiang keagamaan ialah terutama sekali terletak di dalam ketundukan kita punya jiwa kepada Allah. Kita lupa bahwa fiqh itu, walaupun sudah kita saring semurni-murninya, belum mencukupi semua kehendak agama Islam. Maka benarlah perkataan Halide Edib Hancum, bahwa Islam di zaman akhir-akhir ini 'bukan lagi pemimpin hidup, tetapi agama pakral-bambu'. Janganlah kita kira diri kita sudah mukmin, tetapi hendaklah kita insaf, bahwa banyak di kalangan kita yang Islamnya masih Islam Sontoloyo!" (Ir. Soekarno) Sebuah buku besar warisan presiden pertama kita, yang sangat relevan, akan selalu relevan, dengan realitas dan pergumulan wacana keislaman kita hari ini. 4aSoekarno--d1901-1970 4aIslamologi 4aIslam dan Pemerintahan aSBPKHAT a00451/BH1/PPBH/2015 a00452/BH2/PPBH/2015 a0139/BK1/PPBH/2022 a0140/BK2/PPBH/2022 a0141/BK3/PPBH/2022