02467 2200325 4500001002100000005001500021007000300036008004100039020001900080035002000099040002000119041000800139082001600147084001900163100013900182245007700321250002000398264003400418264002800452300004200480336002100522337003000543338002300573500002800596504003300624520140900657650004002066850001202106990002302118INLIS00000000053938720221004015857ta191114t jki g 1 ind  a97897911260633 a0010-1119000155 aSBPKHATIndrda aInd 2[23]a959.8 aKH 959.8 NOR p aNorman Joshua SoeliasepengarangeNorman Joshua SoeliasepengarangeNorman Joshua SoeliasepengarangeNorman Joshua Soeliasepengarang aPesindo :bpemuda sosialis Indonesia, 1945-1950 /cNorman Joshua Soelias aCetakan pertama aSerpong :bMarjin Kiri,c2016 a©Norman Joshua Soelias axx, 144 halaman :bIlustrasi ;c21 cm 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aIndeks: halaman 140-144 aBibliografi: halaman 135-139 aPemuda Sosialis Indonesia (Pesindo) adalah sebuah organisasi pemuda yang menganut asas sosialisme untuk menegakkan Republik Indonesia yang berdasarkan kedaulatan rakyat . Secara khusus Pesindo berkaitan erat dengan tokoh pemuda pada tahun 1945. Peran tokoh pemuda seperti Wikana dan Chaerul Saleh (Kelompok Menteng 31 dan Kelompok Kaigun yang kemudian melebur dalam API Jakarta), Soemarsono dan Krissubanu (PRI Surabaya), Ibnu Parna (AMRI Semarang) serta tokoh lainnya membentuk identitas Pesindo, yakni organisasi pemuda revolusioner anti-kolonialisme dan fasisme. Pada akhir 1945 hingga awal 1946, struktur organisasi Pesindo terdiri dari badan-badan yang berada di bawah Dewan Pucuk Pimpinan atau DPP Pesindo yang berkedudukan di Madiun. Krissubanu merupakan ketua Pesindo untuk yang pertama, dengan wakilnya Wikana. Pada tanggal 11 Januari 1946, Pesindo mengadakan kongres pertama di Yogyakarta. Dalam kongres ini diputuskan DPP Pesindo berpindah dari Madiun ke Solo dan ketua Pesindo dijabat oleh Sudisman. Amir Sjarifuddin dalam kongres itupun diputuskan sebagai dewan penasehat atau badan konsul.Kongres Pesindo II diadakan di Malang pada tanggal 7-9 November 1946. Dalam kongres tersebut diputuskan bahwa Ruslan Widjajasastra menjadi pemimpin umum, Wikana sebagai Wakil Pemimpin Umum I, Roedhito sebagai Wakil Pemimpinan Umum II, serta Soebroto dan Djalaloeddin Jusuf Nasution sebagai Sekretaris. 4aGerakan Pemuda Indonesia--xSejarah aSBPKHAT a0127/BK1/PPBH/2019