01976 2200397 4500001002100000005001500021035002000036006001800056007000300074008004100077040002200118043001200140100004200152245011300194250003000307300002500337504003400362020002200396041000800418082002000426084002000446264005700466264001200523336002200535337003000557338002300587500001100610520080300621650002401424650001801448700003101466850001201497990002301509990002301532990002301555INLIS00000000090563020200309100441 a0010-0220000229a g 001 0ta170928t2016 jki g 001 0 ind d aSBPKHATbinderda aa-io---0 aMuhammad Aqil Irham,1969- (pengarang)10aDemokrasi muka dua :bmembaca ulang pilkada di Indonesia /cMuhammad Aqil Irham ; penyunting, Candra Gautama aCetakan pertama, Mei 2016 a204 halaman ;c21 cm aBibliografi : halaman 186-196 a978-602-6208-01-9 aind0 2[23]a320.459 8 a320.459 8 MUH d 1aJakarta :bKPG (Kepustakaan Populer Gramedia),c2016 4a© 2016 2rda contentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aIndeks3 aDemokrasi di Indonesia pasca-reformasi 1998 telah memperoleh pengakuan dan pujian dari dunia internasional. Indonesia pun disanjung-sanjung sebagai negara demokratis terbesar ketiga di dunia. Kendati demikian, kehidupan demokrasi saat ini masih diwarnai berbagai masalah akut seperti korupsi, politik dinasti, atau politik kartel. Semua ini merebak luas bersamaan dengan desentralisasi dan otonomi daerah. Melalui analisis mendalam atas seluk beluk pemilihan kepada daerah langsung (Pilkada) yang telah berlangsung sejak 2005, buku ini memaparkan dua perspekti-neo-institusionalis yang optimistik dan relasi kuasa yang kurang optimistik-dalam memahami persoalan tersebut. Penulis memberikan perspektif yang dibentuk lewat eksplorasi berbagai teori ilmu sosial mengenai kekuasaan dan konflik sosial. 4aDemokrasi Pancasila 4aKepala daerah0 aCandra Gautamaepenyunting aSBPKHAT a9371/BH3/PPBH/2019 a9369/BH1/PPBH/2019 a9370/BH2/PPBH/2019