01843 2200361 4500001002100000005001500021035002000036006001800056007000300074008003900077040002200116100017100138245018300309250002000492300003800512020002200550041000800572082001700580084001700597264003600614336002100650337003000671338002300701500001100724520058500735650002601320700002201346700003201368850001201400990002301412990002301435990002301458INLIS00000000090571220210112071004 a0010-0220000311a g 001 0ta190327s2016 yoi g 001 0 ind aSBPKHATbindeRDA1 aMustofa Bisri, A.,cKiai Haji, (penulis)cMustofa Bisri, A.,cKiai Haji, (penulis)cMustofa Bisri, A.,cKiai Haji, (penulis)cMustofa Bisri, A.,cKiai Haji, (penulis)10aSaleh ritual saleh sosial :bkualitas iman, kualitas ibadah, dan kualitas akhlak sosial /cpenulis, Gus Mus (K.H. A. Mustofa Bisri); editor, Rusdianto; ilustrator, Artathu design aCetakan pertama a204 halaman :bilustrasi ;c20 cm a978-602-279-203-1 aind042[23]a297.03 a297.03 MUS s 1aYogyakarta :bDiva Press,c2016 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aIndeks3 aKita menyembah dan mengabdi kepada Allah dalam sembahyang kita, dalam puasa kita, dalam zakat kita, dalam haji kita, dalam pergaulan rumah tangga dengan anak-istri kita, dalam pergaulan kemasyarakatan dengan tetangga dan sesama, pendek kata dalam segala gerak-langkah hidup kita. Namun sayang, sering kali kita, bukan saja membatasi penyembahan dan pengabdian dalam ritus-ritus khusus seperti itu, bahkan dengan itu kita masih pula mendangkalkannya dalam pengertian fiqhi-nya yang lahiriah. Gerak-laku kita di dalamnya sering kali hanya sekadar gerak-laku rutin yang kosong makna. 4aIslam--xAspek sosial0 aRusdiantoeeditor0 aArtathu design,eilustrator aSBPKHAT a6920/BH3/PPBH/2019 a6918/BH1/PPBH/2019 a6919/BH2/PPBH/2019