02494 2200385 4500001002100000005001500021035002000036006001800056007000300074008003900077040002200116100004300138245018200181300003800363504003400401020001800435041000800453082001600461084001600477264003500493264003300528336002100561337003000582338002300612500001100635520126600646650002801912700002701940700002201967700003501989850001202024990002402036990002402060990002402084INLIS00000000090583220200220020707 a0010-0220000432aa g 001 1ta200220t2018 yoia g 001 1 ind aSBPKHATbinderda3 aPiliang, Yasraf Amir - 1956 (penulis)10aHipersemiotika :btafsir cultural studies atas matinya makna /coleh, Yasraf Amir Piliang ; editor, Alfathri Adlin dan Kurniasih ; ilustrasi dan desain cover, Antorio Bergasdito a346 halaman :bilustrasi ;c21 cm aBibliografi : halaman 325-330 a979-3684-16-X aind042[23]a302.2 a302.2 PIL h 1aYogyakarta :bJalasutra,c2018 4c©2003 Yasraf Amir Piliang 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aindeks aBuku tentang semiotika ini dimulai dari sebuah definisi semiotika yang dikemukakan oleh Umberto Eco yang mengatakan, bahwa semiotika "... pada prinsipnya adalah sebuah disiplin yang mempelajari segala sesuatu yang dapat digunakan untuk berdusta (lie)." Definisi Eco ini meskipun mungkin sangat mencengangkan banyak orang secara eksplisit menjelaskan betapa sentralnya konsep dusta di dalam wacana semiotika, sehingga dusta tampaknya menjadi prinsip utama semiotika itu sendiri. Kenapa? Karena, semiotika sebagai satu bentuk representasi pada dasarnya adalah sesuatu yang hadir namun menunjukkan bahwa sesuatu di luar dirinya sendirilah yang coba dia hadirkan. Representasi tidak menunjuk kepada dirinya sendiri, namun kepada orang lain. Karena sifat dasar itulah, maka representasi sering dipermasalahkan ihwal kemampuannya untuk bisa menghadikan "sesuatu" di luar dirinya, karena seringkali representasi malah beralih menjadi "sesuatu" itu sendiri. Jurang yang terbentuk antara representasi dan yang direpresentasikan ini seringkali terlupakan oleh manusia. Nah, permasalahan "tipuan" seperti inilah yang menjadi landasan pembahasan tentang [hiper]semiotika dalam buku. Inilah buku yang menjadi rujukan wajib bagi para pemerhati semiotika dan cultural studies. 4aKomunikasi dalam budaya0 aAlfathri Adlineeditor0 aKurniasiheeditor0 aAntorio BergasditoeIlustrator aSBPKHAT a11901/BH1/PPBH/2019 a11902/BH2/PPBH/2019 a11903/BH3/PPBH/2019