<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000913341</controlfield>
  <controlfield tag="005">20200227031153</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0220000659</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="006">a    g      000 0</controlfield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">200227t2013    yoi    g      000 0 ind</controlfield>
  <datafield tag="040" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
   <subfield code="b">ind</subfield>
   <subfield code="e">rda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Iman Budi Santosa,</subfield>
   <subfield code="d">1948- ( penulis )</subfield>
   <subfield code="d">Iman Budi Santosa,</subfield>
   <subfield code="d">1948- ( penulis )</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2="0">
   <subfield code="a">Manusia Jawa mencari kebeningan hati :</subfield>
   <subfield code="b">menuju &quot;tata hidup, tata krama, tata prilaku&quot; /</subfield>
   <subfield code="c">Iman Budi Santosa ; editing, Iin Parliena</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Cetakan pertama, Desember 2013</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">viii, 181 halaman ;</subfield>
   <subfield code="c">20 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-602-1612-05-7</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Ind</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1="0" ind2="4">
   <subfield code="2">[23]</subfield>
   <subfield code="a">181.82</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">181.82 IMA m</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2="1">
   <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Diandra Pustaka Indonesia,</subfield>
   <subfield code="c">2013</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2="2">
   <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
   <subfield code="b">CV. Diandra Primamitra media</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">teks</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">tanpa perantara</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">volume</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Sungguh sebuah kasunyatan yang tak terbantahkan, tragis sekaligus memilukan. Bahwa ketika indonesia (termasuk tanah jawa) telah menangi rejaning jaman (mengalami zaman dan kehidupan yang lebih baik), banyak orang justru tengah berada dalam kebingungan dan kegelapan. Nuraninya tertutup awan hitam, sehingga matahari,bulan, maupun bintang gemintang tak mampu memberikan penerangan dan pencerahan sama sekali. Akibatnya, langkah maupun perjalanan hidupnya senantiasa mengalami sasar-susur (kesasar atau tersesat ), terus menerus menyimpang dari angger-angger (aturan-aturan) dan wewaler (melanggar larangan). Tak henti-hentinya melanggar tata susila, menerjang norma-norma kemanusiaan, melecehkan hak asasi, dan tega menumbuhkembangkan angkara murka merajalela dimana-mana. Hidup dengan senantiasa mengandalkan beningnya hati,sungguh bukan mudah. Karena terbukti dimana-mana banyak terjadi benturan dan malapetaka karena ulah manusia sendiri. Artinya, ketika jutaan orang benar-benar berusaha memayu hayuning bawana (berbuat baik dengan memelihara kelestarian dan keindahan bumi seisinya) serta mewujudkan kehidupan yang tata tentrem kerta raharja (makmur, tertata, tentram, aman, selamat, dan sejahtera), yang lain juga sibuk mengembangkan diri menjadi virus-bakteri demi meraih kepentingannya sendiri, demi memuaskan nafsu angkara murka yang telah tumbuh di seluruh pori-pori.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Filsafat Jawa</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Iin Parliena</subfield>
   <subfield code="e">editor</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="850" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">8604/BH1/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">8605/BH2/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">8606/BH3/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
