01809 2200385 4500001002100000005001500021035002000036006001800056007000300074008004100077040002200118043000900140100001200149245007600161300004400237504003400281020002200315041000800337082001700345084001700362264004500379264001300424336002100437337003000458338002300488520075300511521000901264650001001273650002101283700003501304850001201339990002401351990002401375990002401399INLIS00000000095675620200403123158 a0010-0420000025aa g b 000 0ta200403s2018 jkia g b ind  aSBPKHATbinderda aa-io0 aWarisno10aPeluang usaha dan budi daya cabai /cWarisno, S.PKP., Kres Dahana, S.P. aviii, 134 halaman :bilustrasi ;c21 cm aBibliografi : halaman 129-130 a978-979-22-5566-9 aInd042[23]a633.84 a633.84 WAR p 1aJakarta :bGramedia Pustaka Utama,c2018 4c©2018 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aCabai merupakan salah satu komoditas pangan (sayuran) yang keberadaannya tidak dapat ditinggalkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Maklum, bumbu dapur, industri saus, industri bubuk cabai, industri mi instan, sampai industri farmasi menggunakan cabai sebagai bahan baku utamanya. Kebutuhan cabai akhir-akhir ini semakin meningkat, yaitu 3,043 kg/kapita/tahun. Dengan jumlah penduduk sekitar 255 juta jiwa, maka setiap tahun dibutuhkan kurang lebih 777.370 ton cabai. Karena itu, tidak mengherankan kalau cabai menjadi komoditas sayuran unggulan yang bernilai ekonomis tinggi. Mengingat permintaan cabai senantiasa tak terpenuhi, serta harganya relatif tinggi dan stabil, banyak orang tertarik untuk membudidayakan tanaman yang satu ini. aUmum 4aCabai 4aPohon, Penanaman0 aKres Dahana,d1982-epengarang aSBPKHAT a10488/BH1/PPBH/2019 a10489/BH2/PPBH/2019 a10490/BH3/PPBH/2019