01813 2200373 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059040002200100100003400122245016600156250002000322300004200342020002200384041000800406082001400414084002200428264003600450336002100486337003000507338002300537500003500560520060700595600001901202650002301221650004701244700002701291700002901318700003401347850001201381990002301393990002301416INLIS00000000095705720200630025933 a0010-0620000180ta200629s2019 sbia g b f00 | ind|  aSBPKHATbinderda aZamakhsyari Abrar (Pengarang)1 aPemuda Indonesia dan politik : Refleksi dan pandangan Bung Hatta 1902-1932 /cPenyusun, Zamakhsyari Abrar, Toha Sutono, Elly Mulfiani ; editor, Zamakhsyari Abrar aCetakan pertama aix, 121 halaman :bilustrasi ;c19 cm a978-602-71645-4-3 aind a959.802 2 aR 959.802 2 ZAM p aBukittinggi :bPerpusnas,c2019 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aBibliografi : halaman. 113-116 aKiprah Bung Hatta sebagai mahasiswa aktivis di Belanda dimulai sekitar September 1921. Baru menginjakkan kaki tiga hari di negeri asing tersebut, Hatta langsung diintroduksi Nazir Pamontjak tentang nama Indonesia. Mulanya nama Indonesia hanya dikenal dalam istilah geografis murni oleh ilmuwan Inggris, J.R. Logan dalam karangan yang dipublikasikan tahun 1850. Menurut Nazir, di Belanda para aktivis nasionalis menyebut diri mereka sebagai "Indonesier", dan Tanah Air kita disebut sebagai Indonesia. Tidak ada lagi pemakaian istilah inlander atau inboorling, dan Nederlandsh-Indie, hanya nama Indonesia04aMohammad Hatta 4aPemuda - Indonesia 4aIndonesia - Sejarah - Kebangkitan Nasional0 aToha SutonoePengarang0 aElly MulfianiePengarang0 aZamakhsyari AbrarePenyunting aSBPKHAT a0165/BK2/PPBH/2020 a0164/BK1/PPBH/2020