02010 2200385 4500001002100000005001500021035002000036006001800056007000300074008004100077040002200118043000900140100007300149245008900222250002900311300006000340504003200400020002200432041000800454082001800462084001800480264003600498264002500534336002100559337003000580338002300610520085400633650002101487650001301508650001901521850001201540990002401552990002401576990002401600INLIS00000000095797520201107110751 a0010-1120000172aa g b ||| 0ta201107s2014 yoia g b ||| ind  aSBPKHATbinderda aa-io3 aHutahaean, Ramses Yohannes,d1967dHutahaean, Ramses Yohannes,d196710aMekanika kekuatan material tingkat lanjut /coleh Ir. Ramses Yohannes Hutahaean, M.T aCetakan ke I, tahun 2014 aix, 353, 2 halaman tidak bernomor :bilustrasi ;c24 cm aBibliografi : halaman [355] a978-602-262-206-2 aind042[23]a620.112 a620.112 HUT m 1aYogyakarta :bGraha Ilmu,c2014 4a© 2014 pada penulis 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aBuku mekanika kekuatan material tingkat lanjut membahas perancangan proses berdasarkan kreteria kekuatan, defleksi pada balok, struktur statis tak tentu, metoda energi, buckling. Dalam perancangan struktur perlu diperhitungkan terlebih dahulu beban-beban yang bekerja pada tiap-tiap titik komponen mesin atau struktur, dengan mengetahui beban-beban yang bekerja, kita dapat menentukan tegangan-tegangan yang terjadi pada struktur tersebut. Tegangan yang terjadi selain dari factor pembebanan juga dipengaruhi oleh dimensi dan jenis materialnya. Tegangan yang melebihi kekuatan material yang diijinkan akan menyebabkan kerusakan berupa patah lelah pada komponen struktur tersebut. Dengan mempelajari dasar-dasar mekanika kekuatan material, diharapkan kita dapat melakukan perancangan awal suatu struktur ataupun mesin berikut material yang digunakan. 4aMekanika terapan 0aMaterial 4aKekuatan bahan aSBPKHAT a27743/BH2/PPBH/2019 a27744/BH3/PPBH/2019 a27742/BH1/PPBH/2019