03729 2200457 4500001002100000005001500021035002000036006001800056007000300074008003900077040002200116043001200138100003900150245023100189250001700420300004200437504003400479020002200513041000800535082002400543084002400567264004600591336002100637337003000658338002300688500001100711520217500722650003102897650003002928700002602958700003102984700003503015700003003050700003003080700003103110700004603141850001203187990002403199990002403223990002403247INLIS00000000095798820201107114117 a0010-1120000185aa g b 001 0ta201107t2016 jkia g b 001 0 ind aSBPKHATbinderda aa-io---0 aDarsonoepenuliseDarsonoepenulis10aPerjuangan mendirikan bank sentral Republik Indonesia /cPenulis, Darsono, Siti Astiyah, Mohammad Iskandar, Iskandar Simorangkir, Chandra Murniadi, Andoecia Darwis, Enny Tin Suryanti ; penyelaras bahasa, Kasijanto Sastrodinomo aCetakan ke-1 axx, 381 halaman :bilustrasi ;c21 cm aBibliografi : halaman 309-324 a978-602-425-027-0 aind042[23]a332.110 959 8 a332.110 959 8 DAR p 1aJakarta :bPT RajaGrafindo Persada,c2016 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aIndeks aBank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia yang lahir pada 1 Juli 1953 merupakan hasil perjuangan panjang bangsa Indonesia dalam menegakkan kedaulatan di bidang ekonomi. Meskipun Bank Indonesia (BI) lahir pada 1953, bank ini memiliki sejarah relatif panjang, jika diurut kembali ke belakang sampai pada tahun 1828. Tahun itu merupakan saat berdirinya De Javasche Bank (DJB), yaitu bank milik Belanda yang selama lebih dari satu abad menjadi bank sirkulasi di Hindia Belanda. Pasca kemerdekaan, Bangsa Indonesia menyadari perlunya untuk mendirikan Bank Sentral. Presiden dan Wakil Presiden RI kemudian mengeluarkan mandat untuk mendirikan suatu bank yang diberi nama Bank Negara Indonesia (BNI) melalui Peraturan Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1946. Pembentukan BNI sebenarnya dimaksudkan untuk menjadi Bank Sentral Indonesia pada masa yang akan datang. Namun karena berbagai faktor serta berdasarkan hasil kesepakatan di dalam KMB, maka DJB disepakati sebagai Bank Sentral Republik Indonesia Serikat. Keinginan RI untuk memiliki Bank Sentral yang berdaulat, mengantarkan pada proses pengambilalihan DJB melalui proses Indonesianisasi dengan cara pembelian saham-saham DJB oleh Pemerintah RI. Berkat keseriusan Pemerintah RI untuk menegakkan kedaulatan ekonominya, Bank Indonesia lahir sebagai Bank Sentral Republik Indonesia. Buku ini secara mendalam mengungkapkan proses pembentukan DJB serta perkembangannya yang tidak dapat dilepaskan dari dinamika politik dan ekonomi yang terjadi di Negeri Belanda dan Hindia Belanda. Buku ini akan menggali data faktual yang memberikan pemahaman kepada pembaca, bahwa Bank Indonesia bukanlah warisan kolonial melainkan dilahirkan dari perjuangan bangsa dan berjuang demi kejayaan bangsa Indonesia. Buku ini hadir untuk memberikan pengetahuan yang komprehensif mengenai perjalanan sejarah BI terutama masa perubahan dari DJB menjadi BI yang di dalam penulisan sejarah perlu mendapat perhatian. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perjuangan mendapatkan kedaulatan bangsa dalam bidang ekonomi moneter sehingga melahirkan Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia. 4aBank dan perbankan sentral 4aBank Indonesia--xSejarah0 aSiti Astiyahepenulis0 aMohammad Iskandarepenulis3 aSimorangkir, Iskandarepenulis0 aChandra Murniadiepenulis0 aAndroecia Darwisepenulis0 aEnny Tin Suryantiepenulis0 aKasijanto Sastrodinomoepenyelaras bahasa aSBPKHAT a17456/BH2/PPBH/2019 a17455/BH1/PPBH/2019 a17457/BH3/PPBH/2019