<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000957988</controlfield>
  <controlfield tag="005">20201107114117</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-1120000185</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="006">aa   g b    001 0</controlfield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">201107t2016    jkia   g b    001 0 ind</controlfield>
  <datafield tag="040" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
   <subfield code="b">ind</subfield>
   <subfield code="e">rda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="043" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">a-io---</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Darsono</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
   <subfield code="e">Darsono</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2="0">
   <subfield code="a">Perjuangan mendirikan bank sentral Republik Indonesia /</subfield>
   <subfield code="c">Penulis, Darsono, Siti Astiyah, Mohammad Iskandar, Iskandar Simorangkir, Chandra Murniadi, Andoecia Darwis, Enny Tin Suryanti ; penyelaras bahasa, Kasijanto Sastrodinomo</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Cetakan ke-1</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">xx, 381 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">ilustrasi ;</subfield>
   <subfield code="c">21 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="504" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Bibliografi : halaman 309-324</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-602-425-027-0</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ind</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1="0" ind2="4">
   <subfield code="2">[23]</subfield>
   <subfield code="a">332.110 959 8</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">332.110 959 8 DAR p</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2="1">
   <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
   <subfield code="b">PT RajaGrafindo Persada,</subfield>
   <subfield code="c">2016</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">teks</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">tanpa perantara</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">volume</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Indeks</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia yang lahir pada 1 Juli 1953 merupakan hasil perjuangan panjang bangsa Indonesia dalam menegakkan kedaulatan di bidang ekonomi. Meskipun Bank Indonesia (BI) lahir pada 1953, bank ini memiliki sejarah relatif panjang, jika diurut kembali ke belakang sampai pada tahun 1828. Tahun itu merupakan saat berdirinya De Javasche Bank (DJB), yaitu bank milik Belanda yang selama lebih dari satu abad menjadi bank sirkulasi di Hindia Belanda. Pasca kemerdekaan, Bangsa Indonesia menyadari perlunya untuk mendirikan Bank Sentral. Presiden dan Wakil Presiden RI kemudian mengeluarkan mandat untuk mendirikan suatu bank yang diberi nama Bank Negara Indonesia (BNI) melalui Peraturan Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1946. Pembentukan BNI sebenarnya dimaksudkan untuk menjadi Bank Sentral Indonesia pada masa yang akan datang. Namun karena berbagai faktor serta berdasarkan hasil kesepakatan di dalam KMB, maka DJB disepakati sebagai Bank Sentral Republik Indonesia Serikat. Keinginan RI untuk memiliki Bank Sentral yang berdaulat, mengantarkan pada proses pengambilalihan DJB melalui proses Indonesianisasi dengan cara pembelian saham-saham DJB oleh Pemerintah RI. Berkat keseriusan Pemerintah RI untuk menegakkan kedaulatan ekonominya, Bank Indonesia lahir sebagai Bank Sentral Republik Indonesia. Buku ini secara mendalam mengungkapkan proses pembentukan DJB serta perkembangannya yang tidak dapat dilepaskan dari dinamika politik dan ekonomi yang terjadi di Negeri Belanda dan Hindia Belanda. Buku ini akan menggali data faktual yang memberikan pemahaman kepada pembaca, bahwa Bank Indonesia bukanlah warisan kolonial melainkan dilahirkan dari perjuangan bangsa dan berjuang demi kejayaan bangsa Indonesia. Buku ini hadir untuk memberikan pengetahuan yang komprehensif mengenai perjalanan sejarah BI terutama masa perubahan dari DJB menjadi BI yang di dalam penulisan sejarah perlu mendapat perhatian. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perjuangan mendapatkan kedaulatan bangsa dalam bidang ekonomi moneter sehingga melahirkan Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Bank dan perbankan sentral</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Bank Indonesia--</subfield>
   <subfield code="x">Sejarah</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Siti Astiyah</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Mohammad Iskandar</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="3" ind2=" ">
   <subfield code="a">Simorangkir, Iskandar</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Chandra Murniadi</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Androecia Darwis</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Enny Tin Suryanti</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Kasijanto Sastrodinomo</subfield>
   <subfield code="e">penyelaras bahasa</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="850" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">17456/BH2/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">17455/BH1/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">17457/BH3/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
