<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000957995</controlfield>
  <controlfield tag="005">20201113024503</controlfield>
  <controlfield tag="006">aa   g b    ||1 0</controlfield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">201107s2017    jbia   g b    ||1 0 ind</controlfield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-602-425-119-2</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-1120000192</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="040" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
   <subfield code="b">ind</subfield>
   <subfield code="e">rda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ind</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="043" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">a-io---</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1="0" ind2="4">
   <subfield code="2">[23]</subfield>
   <subfield code="a">297.63</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">297.63 HAM s</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Hamdi Agustin</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2="0">
   <subfield code="a">Studi kelayakan bisnis syariah /</subfield>
   <subfield code="c">Dr. Hamdi Agustin, SE., MM.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Cetakan ke-1, April 2017</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2="1">
   <subfield code="a">Depok :</subfield>
   <subfield code="b">Rajawali Pers,</subfield>
   <subfield code="c">2017</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Hak cipta 2017, pada penulis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">lvii, 260 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">ilustrasi ;</subfield>
   <subfield code="c">24 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">teks</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">tanpa perantara</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">volume</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Indeks</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="504" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Bibliografi : halaman 133 - 138</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Studi kelayakan bisnis syariah adalah salah satu teknik analisis yang dapat digunakan oleh manajemen dalam memutuskan suatu usulan proyek bisnis yang menguntungkan dan sesuai dengan syariah Islam. Karena kegiatan investasi syariah oleh pelaku investasi syariah (pihak terkait) harus sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dalam bermuamalah. Studi kelayakan digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak pada laba (sosial), yang dimaksud adalah studi yang menitikberatkan suatu proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis. Aspek-aspek yang dinilai dalam sebuah studi kelayakan meliputi aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, aspek manajemen dan sumber daya manusia, aspek hukum, aspek keuangan dan aspek lingkungan. Dalam bidang bisnis Islam secara hukum telah dirumuskan oleh para ulama berupa fiqh muamalah (hukum bisnis) dan juga kaidah ushulfiqih (kaidah pengambilan hukum dalam fiqh). Sedangkan dalam muamalah membutuhkan suatu penilaian apakah sesuai dengan kaidah fiqh dan juga kelayakan bisnis. Studi kelayakan Mu'amalah merupakan kajian awal sebagai alat analisis pembiayaan secara syariah bagi pengusaha yang mendapatkan keuntungan dan tidak melanggar syariat Islam. Dalam prespektif islam, bisnis yang diperbolehkan adalah bisnis yang menghasilkan pendapatan yang halal dan berkah. Orientasi keberkahan hanya bisa dicapai oleh dua syarat yaitu; niat yang ikhlas dan cara melakukan sesuai dengan tuntutan syari'at Islam.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Bisnis--</subfield>
   <subfield code="x">Aspek agama Islam</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Sistem ekonomi Islam</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="850" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">17329/BH1/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">17330/BH2/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">17331/BH3/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
