01794 2200361 4500001002100000005001500021035002000036006001800056007000300074008004100077040002200118100005100140245010100191250001400292300004300306504003400349020002200383041000800405082002200413084002200435264003600457336002100493337003000514338002300544520070400567650002301271650002301294700003101317850001201348990002401360990002401384990002401408INLIS00000000101011020201128111304 a0010-1120001198aa g b 000 0ta201128t2017 jbia g b ind  aSBPKHATbinderda0 aUjam JaenudinepenuliseUjam Jaenudinepenulis10aPsikologi forensik /cpenulis, Drs. Ujam Jaenudin, M.Si. ; editor, Dr. Beni Ahmad Saebani, M.Si. aCetakan I axii, 203 halaman :bilustrasi ;c24 cm aBibliografi : halaman 191-201 a978-979-076-637-2 aind042[23]a347.066 019 a347.066 019 UJA p 1aBandung :bPustaka Setia,c2017 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume3 aPsikologi forensik adalah penelitian dan teori psikologi yang berkaitan dengan efek-efek dari faktor kognitif, afektif, dan perilaku terhadap proses hukum. Praktek psikologi forensik banyak dijumpai dalam proses pengusutan dan pengolahan kasus-kasus hukum dan tindak kejahatan, seperti pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan, money laundering, dan sebagainya. Para praktisi psikologi forensik biasanya dilibatkan dalam tim detektif maupun kepolisian untuk membantu menyelidiki dan melakukan asasmen terhadap perilaku para tersangka, pelaku, dan juga perilaku korban (apabila masih hidup), dengan tujuan agar proses hukum dapat berjalan secara lancar dan menghasilkan keputusan peradilan yang seutuhnya. 4aPsikologi kriminal 4aPsikologi forensik0 aBeni Ahmad Saebanieeditor aSBPKHAT a32898/BH3/PPBH/2019 a32896/BH1/PPBH/2019 a32897/BH2/PPBH/2019