02187 2200385 4500001002100000005001500021035002000036006001900056007000300075008004100078040002200119043001200141245009700153250002000250300002900270020002200299041000800321082001300329084002200342264005200364264001100416336002100427337003000448338002300478500001100501520107600512600004601588700003201634710002801666850001201694990002301706990002401729990002401753990002401777INLIS00000000101039720220527095607 a0010-1220000130ac g ||1 0bta201206s2017 jkic g ||1 bind  aSBPKHATbinderda aa-io---10aNatsir :bpolitik santun di antara dua rezim /cTim penyunting, Nugroho Dewanto, Redaksi KPG aCetakan pertama axi, 176 halaman ;c16 cm a978-602-424-392-0 aind0 2[23]a92 aKH 92(Natsir) NAT 1aJakarta :bKepustakaan Populer Gramedia,c2017. 0a© KPG 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aIndeks aMuhammad Natsir adalah tokoh penting dalam pendirian Republik Indonesia, merupakan satu dari sedikit tokoh Islam di masa awal republik yang tak gagap akan gagasan demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum. Beliau merupakan sosok artikulatif yang selalu memelihara kehalusan tutur kata dalam berpolitik, dikenal santun, sederhana, toleran, serta teguh dalam memperjuangkan Republik Indonesia. Pada 1945, beliau merupakan aktivis Muslim inklusif yang berperan besar dalam membangun jiwa nasionalisme umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kaki-kaki ke-Indonesia-an dibangun dengan falsafah keagamaan dan kemanusiaan, sehingga Islam bisa tampil sebagai garda depan pembangunan bangsa. Beliau menjadi sangat tenar dalam kancah politik Indonesia tatkala menjadi Ketua Umum Masyumi pada 1948. Pada 5 April 1950, Natsir mengajukan mosi integral dalam sidang pleno parlemen, yang secara aklamasi diterima oleh seluruh fraksi. Mosi ini memulihkan keutuhan bangsa Indonesia dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang sebelumnya berbentuk serikat.04aMuhammad Natsir,--d1908-1993--vBiografi0 aNugroho Dewantoepenyunting2 aRedaksi KPGepenyunting aSBPKHAT a0199/BK1/PPBH/2022 a30823/BH1/PPBH/2019 a30824/BH2/PPBH/2019 a30825/BH3/PPBH/2019