01897 2200397 4500001002100000005001500021035002000036006001900056007000300075008004100078040002200119245010300141300002100244020001800265041000800283082002200291084002300313264004200336264004700378336002800425337003000453338002300483490002500506500005900531500005600590520061000646600002501256700003001281700003001311700003301341710004101374850001201415990002401427990002401451990002401475INLIS00000000101040120201206083634 a0010-1220000135a ff |00 |dta201206s20172018jkic g | |dind  aSBPKHATbinderda00aSjahrir : peran besar Bung kecil /cTim Penyunting, Arif Zulkifli, Bagja Hidayat, Dwidjo U. Maksum a5 jilid ;c30 cm a9786024242602 aind042[23]a92(Sjahrir) aKH 92(Sjahrir) SJA 3aJakarta :bYayasan Mitra Netra,c2018 1aJakarta :bPT Gramedia Pustaka Utama, 2018 2rdacontentateks taktil 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume0 aSeri Buku Saku Tempo adialihhaksarakan dan di cetak oleh Yayasan Mitra Netra aMemuat lembar tercetak dan braille Bahasa Indonesia aMendesak Sukarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan, Sutan Sjahrir justru absen dari peristiwa besar itu. Dia memilih jalan elegan untuk menghalau penjajah: jalur diplomasiâ??cara yang ditentang tokoh lain yang lebih radikal. Ideologinya, antifasis, dan antimiliter, dikritik hanya untuk kaum terdidik. Ia dituduh elitis. Sejatinya, Sjahrir juga turun ke gubuk-gubuk, berkeliling Tanah Air menghimpun kader Partai Sosialis Indonesia. Sejarah telah menyingkirkan peran besar Bung Kecil begitu Sjahrir biasa disebut. Meninggal dalam pengasingan, Sjahrir adalah revolusioner yang gugur dalam kesepian.04aSjahrir--d1945-20080 aArif Zulkifliepenyunting0 aBagja Hidayatepenyunting0 aDwidjo U. Maksumepenyunting2 aYayasan Mitra Netraepengalih aksara aSBPKHAT a30815/BH2/PPBH/2019 a30814/BH1/PPBH/2019 a30816/BH3/PPBH/2019