02008 2200397 4500001002100000005001500021035002000036006001900056007000300075008003900078040002200117043001200139100002700151245008000178250002600258300002500284504003400309020002200343041000800365082002400373084002500397264003200422264002500454336002100479337003000500338002300530520084800553600002701401610005001428650002501478700002301503850001201526990002401538990002401562990002401586INLIS00000000101066620201217014247 a0010-1220000425a g b 000 0bta201212s2016 yoi g b 000 0bind aSBPKHATbinderda aa-io---3 aSitumorang, Jonar T.H.10aPresiden (daripada.) Soeharto /cJonar T.H. Situmorang ; editor, Kaha Anwar aCetakan Pertama, 2016 a388 halaman ;c24 cm aBibliografi : halaman 377-385 a978-602-391-070-0 aind042[23]a92 (Soeharto) aR 92 (Soeharto)SIT p 1aYogyakarta :bPalapa,c2016 2aJakarta :bbuku kita 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aSetelah wafatnya Soeharto, kini banyak orang yang merindukan sosok kepemimpinan â??Raja Cendanaâ? tersebut. Berbagai kalangan menilai bahwa hidup pada era Soeharto jauh lebih enak, sandang pangan murah, keamanan negara terjamin, para garong tidak berani berkeliaran bebas. Benarkah anggapan-anggapan tersebut? Lupakah kita dengan gaya kepemimpinan Soeharto yang cenderung despotik? Ataukah, memang benar adanya bahwa kehidupan di Era Reformasi tidak jauh lebih baik ketimbang pada masa kepemimpinan Soeharto? Lantas, kenapa dahulu ia diolok-olok dan sekarang dirindukan? Buku ini mengajak pembaca untuk kembali menelusuri sosok Soeharto, mulai jabang bayinya hingga ia sumare (dimakamkan) di Astana Giribangun, beragam manuvernya dalam percaturan peristiwa penting yang terjadi di Bumi Pertiwi, jasa-jasanya terhadap pembangunan Indonesia.04aSoeharto,--d1921-200814aIndonesia.--bPresiden (1960-1998 : Soeharto) 0aPresiden--xBiografi0 aKaha Anwareeditor aSBPKHAT a21292/BH3/PPBH/2019 a21290/BH1/PPBH/2019 a21291/BH2/PPBH/2019