<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000001040946</controlfield>
  <controlfield tag="005">20210321100310</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0321000564</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <datafield tag="040" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
   <subfield code="b">ind</subfield>
   <subfield code="e">rda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="043" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">a-io--</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Richardus Eko Indrajit</subfield>
   <subfield code="d">1969-</subfield>
   <subfield code="d">Richardus Eko Indrajit</subfield>
   <subfield code="d">1969-</subfield>
   <subfield code="d">1969-</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
   <subfield code="e">Richardus Eko Indrajit</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2="0">
   <subfield code="a">Manajemen organisasi dan tata kelola teknologi informasi /</subfield>
   <subfield code="c">oleh Prof. Richardus Eko Indrajit</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Cetakan ke I, 2014</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">xv, 207 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">Ilustrasi ;</subfield>
   <subfield code="c">23 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="504" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Bibliografi : halaman 203-204</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-602-262-235-2</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ind</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1="0" ind2="4">
   <subfield code="2">[23]</subfield>
   <subfield code="a">005.068</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">005.068 RIC m</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="090" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">005.068 RIC m</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2="1">
   <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Graha Ilmu,</subfield>
   <subfield code="c">2014</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="c">Â©2014, Richardus Eko Indrajit</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">teks</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">tanpa perantara</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">volume</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1="3" ind2=" ">
   <subfield code="a">Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sedemikian pesat memberikan tantangan tersendiri bagi pemilik dan pimpinan organisasi dalam menyikapinya. Jika perusahaan mengabaikan atau tidak menerapkan beragam aplikasi teknologi yang tersedia, akan mempersulit memenangkan persaingan global yang semakin ketat ini. Sementara jika ingin menerapkannya, harus ada alokasi keuangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan investasi dan operasionalnya. Pada saat yang sama, manfaat yang diperoleh akan diiringi pula dengan sejumlah risiko yang dihadapi.Mengelola aset teknologi informasi dan komunikasi adalah pekerjaan yang sangat menantang bagi organisasi, khususnya unit atau divisi teknologi informasi. Bentuk struktur organisasi yang tepat, ragam prosedur yang harus dimiliki, standar pengelolaan yang perlu diadopsi, kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia yang harus dipenuhi, kultur dan perilaku yang perlu dibangun, hanyalah merupakan sejumlah isu yang membayang-bayangi para nakoda pengelola teknologi informasi dan komunikasi di organisasi semacam perusahaan. Buku ini disusun dengan berpegang pada dua konsep tata kelola utama dalam organisasi, yaitu seputar GOVERNANCE dan MANAGEMENT. Kedua kata yang kerap saling salah kaprah dipertukarkan tersebut pada dasarnya merupakan kunci utama terciptanya struktur, proses, dan kultur tata kelola yang baik. Dengan diadopsinya model tata kelola yang efektif, maka nischaya manfaat yang diharapkan pemilik serta pimpinan dengan adanya teknologi informasi dapat benar-benar diperolehsejalan dengan visi, misi, dan obyektif yang telah dicanangkan. Di samping itu, perlu dicatat bahwa manfaat yang diperoleh harus diimbangi dengan optimalisasi terhadap pemakaian sumber daya dan manajemen risiko yang andal.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Teknologi informasi--</subfield>
   <subfield code="x">Aspek manajemen</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="850" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">20640/BH3/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">20638/BH1/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">20639/BH2/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
