<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000001040950</controlfield>
  <controlfield tag="005">20210321102405</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0321000568</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="006">a    g b    000 0</controlfield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">190116t2017    jki    g b    000 0 ind</controlfield>
  <datafield tag="040" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
   <subfield code="b">ind</subfield>
   <subfield code="e">rda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="043" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">a-io--</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Khotibul Umam,</subfield>
   <subfield code="d">1982-</subfield>
   <subfield code="d">Khotibul Umam,</subfield>
   <subfield code="d">1982-</subfield>
   <subfield code="d">1982-</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
   <subfield code="e">Khotibul Umam,</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2="0">
   <subfield code="a">Perbankan syariah :</subfield>
   <subfield code="b">dasar-dasar dan dinamika perkembangannya di Indonesia /</subfield>
   <subfield code="c">Khotibul Umam, S.H., LL.M., Dr. H. Setiawan Budi Utomo</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Cetakan ke-2, Januari 2017</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">xviii, 345 halaman ;</subfield>
   <subfield code="c">23 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="504" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Bibliografi : halaman 333-341</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-979-769-884-3</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ind</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1="0" ind2="4">
   <subfield code="2">[23]</subfield>
   <subfield code="a">297.427</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">297.427 KHO p</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="090" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">297.427 KHO p</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2="1">
   <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Rajawali Pers,</subfield>
   <subfield code="c">2017</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">teks</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">tanpa perantara</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">volume</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Perkembangan perbankan syariah di Indonesia secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga tahap, yakni tahap perkenalan, tahap pengakuan, dan tahap pemurnian. Tahap perkenalan ditandai dengan diundangkannya undang-undang nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan yang memperkenalkan bank berdasarkan prinsip bagi hasil di samping bank berbasis bunga. Kemudian tahap pengakuan ditandai dengan diundangkannya undang-undang nomor 10 tahun 1998 yang merupakan amandemen atas undang-undang perbankan sebelumnya. Berbeda dengan undang-undang sebelumnya yang memberikan alternatif pengelolaan bank berdasarkan prinsip bagi hasil, undang-undang perbankan 1998 mengakui dengan tegas adanya bank berdasarkan prinsip syariah, baik bank umum maupun bank perkreditan rakyat. Adapun tahap terakhir yang hendak dituju adalah tahap pemurnian, yakni dimulai dengan diundangkannya undang-undang nomor 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah yang merupakan lex specialis dari undang-undang nomor 10 tahun 1998. Undang-undang ini memperkokoh eksistensi perbankan syariah di Indonesia. Buku ini mencermati dinamika dan perkembangan tersebut, antara lain dengan menelaah sejarah hukum perbankan syariah di Indonesia, kegiatan usaha dan produk perbankan syariah, tata kelola perbankan syariah, penyelesaian pembiayaan bermasalah, penyelesaian sengketa perbankan syariah, serta pengaturan dan pengawasan perbankan syariah pasca dibentuknya Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di level internasional buku ini juga menelaah beberapa lembaga internasional yang mempunyai konsen terhadap pengembangan perbankan syariah dan bagaimana dampak peran yang dimaksud terhadap perkembangan perbankan syariah di Indonesia.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Bank Islam</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Setiawan Budi Utomo, H.,</subfield>
   <subfield code="d">1968-</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="850" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">18390/BH3/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">18388/BH1/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">18389/BH2/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
