<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000001066968</controlfield>
  <controlfield tag="005">20210523105542</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0521000251</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <datafield tag="040" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
   <subfield code="b">ind</subfield>
   <subfield code="e">rda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Willy Susilo</subfield>
   <subfield code="e">pengarang</subfield>
   <subfield code="e">Willy Susilo</subfield>
   <subfield code="e">pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Strategi menegakkan mutu pendidikan tinggi berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) /</subfield>
   <subfield code="c">Dr. Willy Susilo, S.Pd., MBA. ; editor, Dwi Prabantini, FI. Sigit Suyantoro</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Edisi pertama</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">xii, 212 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">ilustrasi ;</subfield>
   <subfield code="c">23 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="504" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Bibliografi : halaman 183-184</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-979-29-6586-5</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ind</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">[23]</subfield>
   <subfield code="a">378.124</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">378.124 WIL s</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Andi,</subfield>
   <subfield code="c">2018</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Hak Cipta ©2018 Willy Susilo</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">teks</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">tanpa perantara</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">volume</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Belajar dari sejarah bangsa-bangsa di muka bumi, kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa bangsa yang maju dalam berbagai bidang, ternyata bukanlah bangsa yang memiliki kelimpahan sumber daya alam, melainkan bangsa yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.Tidak dapat disangkal bahwa kualitas sumberdaya manusia suatu bangsa merupakan hasil dari pendidikan nasional yang bermutu. Sayangnya, pendidikan bermututidak datang dengan sendirinya, melainkanhasil dari pemikiran komprehensif dan mendalam yang dituangkan dalam sebuah rancang bangun dalam kerangka sistem pendidikan nasional, diimplementasikan dan terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Berangkat dari pemikiran itu, maka untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, tidak ada cara yang lebih baik selain melakukan peningkatan mutu pendidikan pada semua jenjang. Menegakkan mutu pendidikan, ibarat menegakkan benang basah, tidak mudah. Agar upaya penegakan mutu pendidikan nasional dapat berjalan efektif dan mencapai tujuan sesuai dengan cita-cita pendidikan nasional, maka selain diperlukan strategi yang tepat, juga yang lebih penting adala dukungan segenap komponen bangsa, terutama pemerintah, institusi pendidikan, pengguna hasil pendidikan dan masyarakat luas yang masing-masing harus mau dan mampu memainkan peran sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab yang ada di pundak masing-masing. Merupakan panduan strategis untuk menegakkan mutu pendidikan tinggi berbasis KKNI.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Perguruan tinggi--</subfield>
   <subfield code="x">Pengawasan kualitas</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Perguruan tinggi--</subfield>
   <subfield code="x">Kurikulum</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Dwi Prabantini</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Suyantoro, FI. Sigit</subfield>
   <subfield code="e">editor</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="850" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">13721/BH3/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">13719/BH1/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">13720/BH2/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
