02149 2200361 4500001002100000005001500021035002000036006001800056007000300074008003900077040002200116245011300138300003000251020002200281041000800303082003500311084002100346264004700367336002100414337003000435338002300465520105600488600004201544650002801586650001501614700003301629700002101662850001201683990002301695990002301718990002301741990002301764INLIS00000000106820620220125110239 a0010-0621000480a g | |00 0ta210618s2018 jki g | |00 0 ind aSBPKHATbinderda00aCeloteh Buya Syafii :b232 ujaran bijak sang muazin bangsa /cpenyunting, Ahmad Nurcholish, Kekek Apriana DH axvi, 243 halaman ;c17 cm a978-602-04-8340-5 aind042[23]a92 (Ahmad Syafii Maarif) aKH 92(Ahmad) CEL 1aJakarta :bPT Elex Media Komputindo,c2018 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aBuku ini merupakan kumpulan ujaran bijak Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif atau lebih dikenal dengan Buya Syafii. Beliau merupakan seorang ulama, ilmuwan dan pengajar yang lahir pada 31 Mei 1935 di Sumpur Kudus, Sumatera Barat. Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif merupakan guru besar di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP), kini menjadi Universitas Negeri Yogyakarta; InstitutsAgama Islam Negeri Yogyakarta, sekarang menjadi Universitas Islam Negeri; dan Universitas Islam Indonesia. Pernah menjadi dosen tamu di Unversitas Kebangsaan Malaysia, dan Mcgill University, Kanada. Buya Syafii juga merupakan mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Organisasi Muhammadiyah. Setelah melepas jabatannya sebagai ketua PP Muhammdiyah, Buya Syafii berkonsentrasi memcurahkan gagasan dan pikirannya untuk masalah-masalah bangsa. Salah satu ucapan Buya Syafii di dalam buku Celoteh Buya Syafii ini yaitu, islam yang mestinya kita kembangkan di Indonesia adalah Islam yang ramah terbuka, inklusif, dan mampu memberi solusi terhadap masalah-masalah besar bangsa dan negara.00aAhmad Syafii Maarif,--cBuya--d1935- 4aBiografi--xcendikiawan 4aAlim Ulama0 aAhmad Nurcholishepenyunting akekek Apriana DH aSBPKHAT a1046/BK4/PPBH/2021 a1043/BK1/PPBH/2021 a1044/BK2/PPBH/2021 a1045/BK3/PPBH/2021