02110 2200301 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059040002000100043001200120100021100132245005300343300003700396041000800433082002500441084002800466264007400494336002100568337003000589338002300619520105200642650003301694850001201727990002301739990002301762990002301785INLIS00000000106859820220602084302 a0010-0621001049ta210628n sbia f 1 ind  aSBPKHATIndrda aa-io-sb3 aSutan Rajo Endah, SyamsuddinepengarangePengarangeSutan Rajo Endah, SyamsuddinepengarangePengarangeSutan Rajo Endah, SyamsuddinepengarangePengarangeSutan Rajo Endah, SyamsuddinepengarangePengarang1 aKaba Si Gadih Ranti /cSyamsuddin St. Rajo Endah a76 halaman :bIlustrasi ;c17 cm aInd 2[23]a398.209 598 13 aKH 398.209 598 13 SUT k aBukittinggi :bPustaka Indonesia,cTahun terbit tidak teridentifikasi 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aGadih Ranti adalah cerita klasik yang berasal dari daerah Minangkabau. Cerita ini sering dibawakan dalam pentas sandiwara. Naskah Gadih Ranti ditulis oleh Demang Salim Datuk Sipado Basa. Cerita ini mengisahkan tentang seorang gadis dan adik lelakinya yang diusir oleh ayahnya dari Rumah Gadang dan kampung halamannya.[1] Penyebabnya adalah mereka difitnah berbuat salah oleh kerabat pria yang pinangannya untuk gadis tersebut ditolak.[1] Yang menarik dari kisah ini adalah pembabakannya.[1] Babak pertama berisi mengenai ajaran etis dan moral mengenai bagaimana seharusnya gadis Minangkabau bertindak.[1] Kemudian babak terakhir berisi kisah sedih perpisahan antara seorang gadis dengan ibu kandungnya.[1] Kisah ini diduga bukan merupakan kisah asli Minang.[1] Ini dikarenakan dominasi dan peran ayah cukup kuat dalam kisah ini. Budaya Minang dikenal sebagai budaya yang menganut sistem Matrilinear. Ini adapat dilihat dalam pernikahan, mulai dari lamaran hingga prosesi pernikahan menunjukkan bahwa peran perempuan lebih kuat dalam budaya Minang. 4aCerita rakyat--zMinangkabau aSBPKHAT a0743/BK3/PPBH/2021 a0741/BK1/PPBH/2021 a0742/BK2/PPBH/2021