01992 2200349 4500001002100000005001500021035002000036006001800056007000300074008003900077040002200116043001200138100011400150245007600264300003000340020002200370041000800392082001800400084001800418264003500436264001200471336002100483337003000504338002300534520092700557650004901484700002501533850001201558990002401570990002401594990002401618INLIS00000000106913120210709022401 a0010-0721000736a g b 000 0ta210709t20182010yoi g b 000 0 ind aSBPKHATbinderda aa-io---0 aDamhuri Muhammad,d1974-dDamhuri Muhammad,d1974-d1974-epengarangepengarangeDamhuri Muhammad,epengarang10aDarah daging sastra Indonesia /cDamhuri Muhammad ; editor, M. Nasrudin axii, 168 halaman ;c21 cm a978-602-8252-34-8 aind042[23]a899.221 a899.221 DAM d 1aYogyakarta :bJalasutra,c2018 4c© 2010 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume3 aKetidakselarasan antara sosok Kritikus Sastra semestinya dengan Kritikus Sastra â??apa adanyaâ?, pada gilirannya menciptakan risiko â??pisau bermata duaâ?. Menyikapi sentimentalisme dan penghujatan sebagaimana diperlihatkan oleh sejumlah â??oknumâ? esais dan pengamat sastra belakangan ini, alih-alih meniscayakan mereka sebagai Kritikus Sastra, malah patut dicurigai sebagai â??tikus-tikusâ? sastra. Hama perusak aneka â??tanamanâ? yang bersitumbuh di ladang sastra. Ladang sastra masih akan ditanami aneka ragam tanaman, tentu dengan harapan kelak bakal berbuah karya-karya berselera tinggi. Sejumlah essai yang terbuhul dalam buku ini ditulis dalam situasi gamang lantaran kesemena-menaan subjektif yang kian menjauhkan jagat sastra dari harapan dan peran Kritikus Sastra yang kompeten mengelupas kulit pada setiap tubuh teks, hingga kedalaman jelajah tematik dan eksplorasi estetiknya dapat diraih. 4aKesusastraan Indonesia--xSejarah dan kritik1 aNasrudin, M.eeditor aSBPKHAT a23116/BH1/PPBH/2019 a23117/BH2/PPBH/2019 a23118/BH3/PPBH/2019