<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000884640</controlfield>
  <controlfield tag="005">20210714095104</controlfield>
  <controlfield tag="006">a    g b    |00 |</controlfield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">210712s2018    yoi    g b    |00 | ind d</controlfield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-602-50194-3-2</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0721000818</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="040" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
   <subfield code="b">ind</subfield>
   <subfield code="e">rda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Ind</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="2">[23]</subfield>
   <subfield code="a">306.095 986 2</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">306.095 986 2 IKO k</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">I Komang Sudirga</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
   <subfield code="e">I Komang Sudirga</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
   <subfield code="e">I Komang Sudirga</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
   <subfield code="e">I Komang Sudirga</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2="0">
   <subfield code="a">Kebangkitan pasantian di Bali di era globalisasi /</subfield>
   <subfield code="c">I Komang Sudirga ; penyunting, Ana Samhuri</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">cetakan pertama</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2="0">
   <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Penerbit Media Kreativa,</subfield>
   <subfield code="c">2018.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">xiii, 377 halaman :</subfield>
   <subfield code="b">ilustrasi ;</subfield>
   <subfield code="c">24 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">teks</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">tanpa perantara</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">volume</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="504" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Bibliografi : halaman 353-362</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1="3" ind2=" ">
   <subfield code="a">Buku ini merupakan kajian ilmiah mengenai kebangkitan di Bali pada era globalisasi. Sebagai sebuah studi kajian budaya, buku ini mengangkat permasalahan yang berkaitan dengan fenomena isu-isu pasantian diurai melalui perspektif wacana kritis. Komang Sudirga mencermati perkembangan pasantian pada masa lampau yang bersifat istana sentris. Akan tetapi, pasantian masa kini telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat, luluh menembus batas ruang dan waktu serta terbebas dari sekat-sekat feodalisme yang lama membelenggu masyakarat Bali. Keterpurukan pasantian diakibatkan adanya tradisi kebudayaan yang panjang serta perkembangan sosial politik yang tidak konsisten dan tidak stabil. Adanya konsep siwa-sisya dan kaula-gusti menambah kuatnya hegemoni kalangan elite masyakarat Bali yang mampu mengukuhkan status quo terhadap kaum Jaba. Berbagai persoalan tersebut menjadi fokus perhatian tulisan ini guna dapat memahami lebih jauh tentang aktivitas pasantian pada era kesejagatan ini. Bahkan perhatian tidak difokuskan pada marginalisasi pasantian abad lalu, tetapi juga persoalan dikotomi pro dan kontra. Bagi mereka yang pro memandang kebangkitan pasantian ini sebagai strategi pembinaan kebudayaan dan menjadi pengawal dan benteng tradisi. Sedangkan yang kontra, melihatnya sebagai topeng mengumbar hasrat, bahkan menyebutnya bertentangan dengan triguna (satwan, rajas, dan tamas). Akibat dari prinsip dikotomi ini pasantian terbelunggu dalam anomali antara dicemoohkan dan dipentingkan, atau celaan dan pujian. Komang Sudirga menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian budaya. Istilah kajian budaya bisa dipahami sebagai sebuah kajian umum yang meliputi semua aspek-aspek studi kebudayaan, termasuk musik atau pasantian di Bali. Kendatipun dikelilingi oleh arti dan konteks yang multi lapis, kajian budaya memiliki arah yang khusus dan senantiasa berkaitan dengan teori dan praktik kebudayaan yang agak spesifik pula. Teori yang digunakan sebagai pisau pembedah dalam buku ini adalah teori Dekonstruksi, teori praktik, teori estetika postmodern dan teori penting lainnya yang digunakannya secara terpilih.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Bali--</subfield>
   <subfield code="x">Keadaan ekonomi</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Hindu Bali</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Hinduisme</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Kebudayaan dan globalisasi--</subfield>
   <subfield code="z">Bali</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="651" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Bali--</subfield>
   <subfield code="x">Sejarah</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Ana Samhuri</subfield>
   <subfield code="e">penyunting</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="850" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">3211/BH1/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">3212/BH2/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">3213/BH3/PPBH/2019</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
