01808 2200361 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059040002200100043001200122100005100134245008900185250003100274300004500305020001800350041001300368082001800381084001800399264003800417336002100455337003000476338002300506500003000529504003500559520073100594650001901325700002101344850001201365990002301377990002301400990002301423INLIS00000000106970220210730102205 a0010-0721001600ta210730t2016 yoia g ind  aSBPKHATbinderda aa-io--- aAmirul UlumePengarangeAmirul UlumePengarang1 aMuassis Nahdlatul Ulama : manaqib 26 tokoh pendiri NU /cAmirul Ulum ; editor, Ahmed aCetakan pertama: Mei, 2015 axxvii, 334 halaman :bIlustrasi ;c21 cm a602-14831-1-1 aindhAra 2[23]a297.636 a297.636 AMI m aYogyakarta :bGlobal Press,c2016 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aTentang penulis : 307-308 aBibliografi : halaman 301-306 aNahdlatul Ulama mempunyai banyak cerita yang bisa dibuat sebagai suri tauladan, terlebih teladan dari para Muassisnya (pendirinya), seperti halnya saat detik-detik ketika mereka akan mendeklarasikan Nahdlatul Ulama. Perjuangan panjang yang penuh onak dan duri telah dilalui pendahulu kita sehingga berdirilah Nahdlatul Ulama pada 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926 M. Mula-mula Nahdlatul Ulama kedengaran asing, akan tetapi lambat laun ia menjadi sangat populer, dan menjadi organisasi Islam terbesar se Nusantara yang mempunyai banyak cabang di luar negeri. Kesuksesan besar ini tidak lepas dari perjuangan para Muassisnya. Sehingga, sudah menjadi sebuah kelaziman apabila kita warga nahdliyyin harus mempelajari sirah-sirahnya. 4aNahdatul Ulama0 aAhmedePengarang aSBPKHAT a3906/BH1/PPBH/2019 a3907/BH2/PPBH/2019 a3908/BH3/PPBH/2019