02512 2200349 4500001002100000005001500021035002000036006001800056007000300074008003900077040002200116100010700138245007700245300003000322504003400352020002200386041000800408082001700416084001700433264004800450336002100498337003000519338002300549520144300572650002702015650001102042700002502053850001202078990002402090990002402114990002402138INLIS00000000089417520210923075806 a0010-0821000078a g b 000 0ta210819s2016 jki g b 000 0 ind aSBPKHATbinderda0 aGatot IriantoepengarangeGatot IriantoepengarangeGatot IriantoepengarangeGatot Iriantoepengarang10aLahan dan kedaulatan pangan /coleh Gatot Irianto ; editor, Indrijati P. axxi, 190 halaman ;c20 cm aBibliografi : halaman 183-190 a978-602-03-2726-6 aind042[23]a333.76 a333.76 GAT l 1aJakarta :bPT Gramedia Pustaka Utama,c2016 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aDalam pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa salah satu tujuan bernegara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Salah satu perlindungan yang dijamin adalah hak mengenap pangan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan tentu dibutuhkan lahan yang cukup karena pada dasarnya lahan merupakan sarana paling pokok dalam produksi pangan, dan di tengah laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang tentu disertai dengan meningkatnya kebutuhan pangan rakyat maka ketersediaan lahan menjadi semakin penting. Apalagi dengan predikat negara agraris dan 44% rakyat yang bekerja di sektor pertanian, permasalahan akses lahan untuk petani harus lebih diperhatikan oleh semua pihak, terutama pemerintah. Meningkatnya jumlah petani gurem (petani yang memiliki luas lahan garapan di bawah 0,5 hektare) perlu segera dicarikan solusinya, dan itu baru salah satu contoh persoalan. Karena itulah di tengah banyaknya diskusi yang selama ini cenderung berputar di sekitar masalah produksi, distribusi, dan konsumsi pangan. Buku ini mencoba memberikan perspektif baru soal kedaulatan pangan. Tidak hanya mengambil sudut pandang teknis seperti masalah produksi, distribusi, dan konsumsi pangan, tetapi juga melihatnya dari aspek sosial-politik. Di antaranya pembahasan mengenai ledakan jumlah penduduk dan ancaman kelaparan, diversifikasi pangan, mafia lahan, reforma agraria, hingga peranan transmigrasi dalam penyediaan lahan masyarakat. 4aLahan pertanian kritis 4aPangan0 aIndrijati P.eeditor aSBPKHAT a33491/BH1/PPBH/2019 a33492/BH2/PPBH/2019 a33493/BH3/PPBH/2019