02168 2200361 4500001002100000005001500021035002000036006001800056007000300074008003900077040002200116100021900138245007600357250002600433300004200459504003400501020002200535082001700557084001700574264003600591264002500627336002100652337003000673338002300703520093900726650001201665650002101677650002401698850001201722990002401734990002401758990002401782INLIS00000000106979620211216083831 a0010-0821000095aa 000 |ta210820t2015 yoia 000 | ind aSBPKHATbinderda0 aBambang SurendroepenuliseBambang SurendroepenuliseBambang SurendroepenuliseBambang SurendroepenuliseBambang SurendroepenuliseBambang SurendroepenuliseBambang SurendroepenuliseBambang Surendroepenulis10aRekayasa fondasi :bteori dan penyelesaian soal /cDr. Bambang Surendro aCetakan pertama, 2015 axv, 180 halaman :bilustrasi ;c26 cm aBibliografi : halaman 179-180 a978-602-262-467-7042[23]a624.15 a624.15 BAM r 1aYogyakarta :bGraha Ilmu,c2015 4c© 2015 pada penulis 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aFondasi merupakan kontruksi di bagian paling bawah suatu bangunan sehingga sering disebut kontruksi bawah. Fondasi yang merupakan bagian kontruksi bangunan berfungsi menahan beban bangunan dan kemudian beban tersebut diteruskan ke lapisan tanah yang berada dibawahnya. Konstruksi fondasi harus direncanakan secara baik, artinya harus direncanakan berdasarkan tata cara perhitungan fondasi. Ukuran fondasi dihitung berdasarkan besar dan macam beban yang bekerja serta data karakteristik tanah dimana fondasi akan didirikan. Beban yang berkerja pada fondasi dapat berupa beban mati/beban tetap, muatan hidup (bergerak), muatan sementara (muatan angin, muatan gempa), dan muatan khusus seperti gaya rem, gaya sentrifugal, pengaruh perubahan suhu dan lain sebagainya, dan yang banyak ditemui adalah kombinasi dari beban-beban tersebut. Kombinasi muatan tetap dan hidup disebut muatan normal yang dipakai sebagai dasar perencanaan fondasi. 4aFondasi 4aRekayasa fondasi 4aKonstruksi bangunan aSBPKHAT a27263/BH2/PPBH/2019 a27264/BH3/PPBH/2019 a27262/BH1/PPBH/2019