02118 2200385 4500001002100000005001500021006001800036007000300054008003900057020002200096035002000118040002200138041001300160082001800173084001800191100032700209245011600536250002000652264002500672300002800697336002100725337003000746338002300776500004600799504002500845520066500870650001601535700002401551700004001575740003301615850001201648990002401660990002401684990002401708INLIS00000000107021620211005083657a g 000 0ta211005s2007 jti g 000 0 ind a978-979-3653-67-9 a0010-1021000015 aSBPKHATbinderda aindhara042[20]a297.353 a297.353 ALM a3 aAl-Mishri, Mahmud,cSyekhcAl-Mishri, Mahmud,cSyekhcSyekhcAl-Mishri, Mahmud,cSyekhcAl-Mishri, Mahmud,cSyekhcSyekhcSyekhcAl-Mishri, Mahmud,cSyekhcSyekhepenulisepenuliseAl-Mishri, Mahmud,epenulisepenulisepenuliseAl-Mishri, Mahmud,epenuliseAl-Mishri, Mahmud,epenulisepenuliseAl-Mishri, Mahmud,epenulis10aAgar akhirat dekat di hati /cpenulis, Mahmud Al-Mishri ; alih bahasa, Muhammad Saifuddin ; editor, Fahrur Muis aCetakan I, 2007 1aSolo :bAqwam,c2007 ax, 119 halaman ;c21 cm 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aJudul asli : Ta'alluqul qalbi bil akhirah aTermasuk bibliografi3 aSuatu ketika sahabat Handhalah merasa dirinya telah menjadi munafik. Hal itu karena saat bersama Nabi, serta di ingatkan neraka dan surga, seakan-akan ia melihatnya secara langsung. Tapi, setelah berkumpul dengan anak istri, ia langsung melupakannya. Kondisi hati memang sering berbolak-balik. Jika istiqamah dengan aturan Allah, ia akan menjadi pintu segala kebaikan. Sebaliknya, jika menyeleweng dari perintah Allah, ia akan menjadi pintu segala kejahatan. Karena itu, menjaga hati agar tetap bersih dan selamat dari penyakit syubhat dan syahwat adalah sebuah keniscayaan. Bukankah â??hati yang selamatâ? akan menghindarkan pemiliknya dari siksa akhirat? 4aHari kiamat0 aFahrur Muiseeditor0 aMuhammad Saifuddinepengalih bahasa0 aTa'alluqul qalbi bil akhirah aSBPKHAT a21484/BH3/PPBH/2019 a21485/BH2/PPBH/2019 a21486/BH1/PPBH/2019