02105 2200409 4500001002100000005001500021035002000036006001800056007000300074008003900077040002200116100005700138245014700195250003400342300002900376504003400405020002200439041001300461082001600474084001600490264005700506336002100563337003000584338002300614500001100637500008100648520069600729650002201425650003101447700003601478700002801514740006901542850001201611990002401623990002401647990002401671INLIS00000000107087320211110050741 a0010-1121000713a g 001 0ta211110s2018 jki g 001 0 ind aSBPKHATbinderda0 aAriel HeryantoepengarangeAriel Heryantoepengarang10aIdentitas dan kenikmatan :bpolitik budaya layar Indonesia /coleh, Ariel Heryanto ; penyunting, Christina M. Udiani ; penerjemah, Eric Sasono aCetakan ketiga, Februari 2018 aix, 350 halaman ;c21 cm aBibliografi : halaman 309-335 a978-602-424-412-51 aindheng042[23]a303.4 a303.4 ARI i 1aJakarta :bKPG (Kepustakaan Populer Gramedia),c2018 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aIndeks aJudul asli : Identity and pleaure: The politics of Indonesian screen culture aBuku ini membahas bagaimana sebagian besar penduduk Indonesia, khususnya kelas menengah muda perkotaan, mencoba merumuskan ulang identitas mereka pada dekade pertama abad ke 21. Ini adalah masa yang tak terduga, penuh dengan janji akan kebebasan tapi juga , pada saat yang sama , ketakutan. Masa ini juga ditandai oleh beberapa hal seperti : peningkatan politik islami yang belum pernah sedahsyat belakangan ini, perdebatan publik tentang pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu, perpecahan yang berkepanjangan dan tak terdamaikan di kalangan elite politik, bangkitnya kekuatan ekonomi Asia, serta revolusi komunikasi digital yang disabut secara bergairah oleh kaum muda di seluruh dunia. 4aSosial, Perubahan 4aIslam dan perubahan sosial0 aChristina M. Udianiepenyunting0 aEric Sasonoepenerjemah0 aIdentity and pleaure : The politics of Indonesian screen culture aSBPKHAT a14897/BH3/PPBH/2019 a14895/BH1/PPBH/2019 a14896/BH2/PPBH/2019