03756 2200361 4500001002100000005001500021006001800036007000300054008003900057020002200096035002000118040002000138041000800158082001800166084001800184100009000202245014500292250003100437264002100468300004400489336002100533337003000554338002300584504003400607520167800641520088102319650006103200650005203261850001203313990002303325990002303348990002303371INLIS00000000061675420221019095014aa g b 000 0ta221019t2014 jkia g b 000 0 ind a978-979-769-683-2 a0010-1022000067 aSBPKHATIndrda aInd042[23]a297.731 a297.731 MUH r0 aMuhaimin,d1956-dMuhaimin,d1956-d1956-epengarangepengarangeMuhaimin,epengarang10aRenungan keagamaan dan zikir kontekstual :b(suplemen pendidikan Agama Islam di sekolah dan perguruan tinggi) /cProf. Dr. H. Muhaimin, M.A. aCetakan ke-1, Januari 2014 4cCopyright ©2014 aviii, 282 halaman :bilustrasi ;c24 cm 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aBibliografi : halaman 273-2803 aMengapa perlu pengembangan pendidikan agama Islam di sekolah atau di perguruan tinggi? Perlu di ingat bahwa pendidikan agama hanya dua sampai tujuh jam pelajaran per minggu walaupun demikian ini merupakan for pendidikan / kurikulum. Orang tua memiliki hak free Rogatis untuk membeli sekolah bagi anak anaknya. Sekolah yang berkualitas semakin cari dan yang mutunya rendah akan ditinggalkan ini hampir di setiap kota di Indonesia. Pendidikan agama Islam pada dasarnya merupakan upaya normatif (sesuai dengan ajaran, nilai nilai dan norma norma Islam) untuk menolong / membantu proses perkembangan ke beragama An seseorang sebagai manusia dan / atau keberagaman satuan sosial sebagai kehidupan masyarakat ke tingkat keberagaman yang lebih tinggi, baik dan benar. Karena pada manusia itu ada potensi yang dikembangkan untuk menjadi manusia, maka untuk membantu / menolong seseorang manusia dengan baik Pendidik harus memahami konsep atau hakikat manusia filsafat pendidikan Islam, mengetahui potensi potensi manusia (psikologi), manusia sebagai anggota masyarakat atau sosiologi dan seterusnya. di Era Globalisasi ini sekolah sekolah yang bermutu dan memberi muatan agama lebih banyak ternyata menjadi pilihan pertama bagi pendidikan keagamaan tersebut untuk menangkal pengaruh negatif daerah Globalisasi. Selama ini banyak orang mempersepsi lihat dari dimensi yang tampak, bisa diukur dan dikuantifikasikan, , terutama perolehan nilai dan kondisi sekolah. Padahal ada dimensi lain yaitu Sof yang mencakup nilai nilai, keyakinan, budaya dan norma perilaku yang disebut sebagai the shion lebih berpengaruh terhadap kinerja individu dan organisasi sekolah hingga menjadi unggul.3 aProses beragama seseorang dimulai dari interpretasi, kemudian internalisasi dan dilanjutkan dengan eksternalisasi. Renungan keagamaan merupakan proses interpretasi seseorang terhadap ajaran dan nilai-nilai agama yang terkandung dalam kitab suci dan sunnah/hadits Nabi saw. Sedangkan zikir kontekstual merupakan upaya internalisasi dari hasil interpretasi, sehingga ajaran dan nilai agama tidak hanya berada di otak atau akal pikirannya, tetapi sekaligus merasuk ke dalam qalbu, yang pada gilirannya diartikulasikan dan diekspresikan dalam sikap dan perilaku beragama, baik mpada ranah personal, komunal, sosial atau publik maupun ranah negara dan ranah global, sebagai perwujudan dari proses eksternalisasi. Membaca buku ini insya Allah dapat membangun sikap dan perilaku keberagaman yang rahmatan lil-alamin yang diperlukan di tengah masyarakat yang plural dan multikultural. 4aPendidikan Agama Islam dalam pendidikan perguruan tinggi 4aPendidikan Agama Islam dalam pendidikan sekolah aSBPKHAT a18020/B2/PPBH/2015 a18021/B1/PPBH/2015 a18022/B3/PPBH/2015