<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000001165551</controlfield>
  <controlfield tag="005">20240808090051</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0824000003</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">240808s2021    jii    g||    ||0   ind| </controlfield>
  <datafield tag="040" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
   <subfield code="b">ind</subfield>
   <subfield code="e">rda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="043" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">a-io-sb</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Veithzal Rivai Zainal, dkk</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Manajemen konpensasi Islami :</subfield>
   <subfield code="b">mengislamkan manajemen kompensasi masyarakat dan memasyarakatkan manajemen kompensasi Islam /</subfield>
   <subfield code="c">Prof.Dr.Drs. Veithzal Rivai Zainal,M.M.,M.B.A.,C.R.G.P.,C.R.M.P., Prof.Dr.Ir. H. Hapzi Ali,C.M.A.,M.M.,M.PM., dan Dr. Median Wilestari,S.E.Ak,M.M.,M.Si.,C.A.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">[tidak teridentifikasi]</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">xxii, 564 halaman ;</subfield>
   <subfield code="c">24 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="504" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Bibliografi</subfield>
   <subfield code="b">545-558</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-623-6133-53-8</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Ind</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">297.273</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">297.273 VEI m</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Sidoarjo :</subfield>
   <subfield code="b">Indomedia Pustaka,</subfield>
   <subfield code="c">2021</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">teks</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">tanpa perantara</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">volume</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Di tengah kondisi bisnis yang kompetitif saat ini, perusahaan berlomba saling bersaing untuk bertahan di perusahaan. Merupakan strategi yang sering digunakan adalah dengan meningkatkan pemberian kompensasi dan benefit. Dengan demikian kebutuhan untuk menyelaraskan antara kinerja setiap insan dengan sasaran perusahaan menjadi pendorong bagi perusahaan untuk menerapkan sistem kompensasi dan benefit yang tepat. Kedua hal tersebut merupakan komponen Manajemen SDI yang dapat menjadi pemicu memperoleh keuntungan yang lebih bagi perusahaan, namun juga sebaliknya, sistem kompensasi dan benefit yang tidak efektif dapat merugikan perusahaan.  Mengingat harus ada ukuran dan metode yang mampu menggambarkan prinsip pembayaran kompensasi yang dirasa adil, serta konsisten dalam pelaksanaannya. Struktur pembayarannya sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tingkat jabatan (manajerial, non manajerial), kompetensi, kinerja yang dihasilkan serta regulasi yang harus diikuti di samping kemampuan perusahaan untuk melaksanakannya.  Setiap manusia akan mendapatkan Imbalan dari apa yang telah dikerjakannya dan masing-masing tidak akan dirugikan, sehingga ayat (45: 22) ini menjamin tentang kompensasi yang layak kepada setiap insani sesuai apa yang telah disumbangkan dalam proses produksi, jika ada pengurangan dalam kompensasi tanpa diikuti oleh berkurangnya sumbangsih mereka. Hal itu dianggap ketidakadilan dan penganiayaan. Ayat ini memperjelas bahwa kompensasi setiap orang harus ditentukan berdasarkan kerjanya dan sumbangsihnya dalam kerja sama produksi dan untuk itu harus dibayar tidak kurang, juga tidak lebih dari apa yang dikerjakannya.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="521" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Umum</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Islam dan Ilmu Ekonomi</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Sistem Ekonomi Islam</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Kompensasi Islam</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Prof.Dr.Ir. H. Hapzi Ali,C.M.A.,M.M.,M.PM.,</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Dr. Median Wilestari,S.E.Ak,M.M.,M.Si.,C.A.</subfield>
   <subfield code="e">penulis</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="850" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">2017/BU1/PPBH/2024</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">2018/BU2/PPBH/2024</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">2019/BU3/PPBH/2024</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
