01822 2200385 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059040002200100043001200122100013500134245009300269250003400362300003000396504003200426020002200458041000800480082001400488084002000502264003600522336002100558337003000579338002300609500003200632520060000664650002301264650003201287650001701319650001901336850001201355990002301367990002301390990002301413INLIS00000000116629720250806092439 a0010-0625000058ta250611t2021 yoi g ind  aSBPKHATbinderda aa-io--- aDewi Anggraeni, S.S.ePengarangeDewi Anggraeni, S.S.ePengarangeDewi Anggraeni, S.S.ePengarangeDewi Anggraeni, S.S.ePengarang1 aWawacan babad timbanganten sebuah kajian pragmatik dan legitimasi /cS.S. Dewi Anggraeni aCetakan pertama, Oktober 2021 aviii, 75 halaman ;c20 cm aBibliografi : halaman 72-74 a978-623-02-3528-3 aind a899.223 2 a899.223 2 DEW w aYogyakarta :bDeepublish,c2021 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aTentang penulis :halaman 75 aKarya sastra lama sarat dengan informasi di masa lalu yang berkaitan dengan pusaran kekuasaan suatu kerajaan atau wilayah serta berbagai kejadian yang berlangsung pada saat itu. Ajaran moral yang tersirat dari para tokoh dan kejadian yang dialami menjadi nasihat abadi lintas generasi melalui budaya lokal berupa pembacaan wawacan dalam tradisi beluk di daerah tersebut. Kenyataan penamaan daerah yang sesuai dengan kejadian seperti tergambar dalam bait-bait pupuh karya sastra lama (wawacan) menjadi semacam legitimasi pengakuan tentang keberadaan daerah bawahan Pajajaran bernama Timbanganten. 4aKesusastraan Sunda 4aWawacaan Babad Timbanganten 4aTimbanganten 4aWawacaan Babad aSBPKHAT a0232/BU1/PPBH/2025 a0233/BU2/PPBH/2025 a0234/BU3/PPBH/2025