01497 2200337 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059040002200100043001200122100006300134245007000197250002800267300003700295020002800332041000800360082001700368084002100385264003600406336002100442337003000463338002300493520054100516521000901057650002101066650001801087650001901105850001201124990002301136INLIS00000000116669920250822102912 a0010-0825000056ta250822t1977 jkia g|6 ||0 ind|  aSBPKHATbinderda aa-io-sb aAchdiat K. MihardjaepenuliseAchdiat K. Mihardjaepenulis aPak Dullah in extremis :bdrama satu babak /cAchdiat K. Mihardja a[tidak teridentifikasi] a68 halaman :bilustrasi ;c19 cm a[tidak teridentifikasi] aInd a899.221 [23] aKH 899.221 ACH p aJakarta :bBalai Pustaka,c1977 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aCerita ini harus dilihat sebagai suatu keseluruhan Pak Dullah minum racun karena kecewa terhadap orang-orang sekelilingnya karena curiga dan cemburu. Sebelum meninggal ia sempat bercakap-cakap dengan Pak Dullah II, akunya yang lebih baik, yang memberinya nasehat-nasehat dan ‘pemandangan yang sehat’, sampai Pak Dullah sendiri meninggal, bukan karena keracunan, tapi karena penyakit lain (serangan jantung?). Yang meninggal itu adalah Pak Dullah yang penuh kelemahan dan kekhilafan, sedang Pak Dullah II ialah Pak Dullah yang ideal. aUmum aSastra Indonesia aCerita Pendek aDrama Panggung aSBPKHAT a0222/BK1/PPBH/2022