<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000001167102</controlfield>
  <controlfield tag="005">20251206104056</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-1125000017</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">251206                g          0 ind  </controlfield>
  <datafield tag="040" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
   <subfield code="b">ind</subfield>
   <subfield code="e">rda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="043" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">a-io---</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Saifur Rohman</subfield>
   <subfield code="e">Pengarang</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Filsafat dari titik nol /</subfield>
   <subfield code="c">Dr. Saifur Rohman, M.Hum., M.Si.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Cetakan pertama, Agustus 2015</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">x, 280 halaman ;</subfield>
   <subfield code="c">21 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-602-0850-22-1</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">ind</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">107</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">107 SAI f</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="264" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Idea Press Yogyakarta,</subfield>
   <subfield code="c">2015</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="336" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacontent</subfield>
   <subfield code="a">text</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="337" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdamedia</subfield>
   <subfield code="a">Tanpa Perantara</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="338" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
   <subfield code="a">Volume</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Daftar Keterangan Istilah dan Nama : halaman 227-280</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Tentang penulis : halaman 281</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="504" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Bibliografi : halaman 223-226</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Pendidikan Filsafat</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="850" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">SBPKHAT</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Buku yang menyajikan upaya sistematis untuk membangun pemahaman filsafat, bersumber dari akar persoalan paling dasar—“titik nol”—yakni kondisi ketika manusia mulai mempertanyakan dirinya, realitas, dan pengetahuan tanpa prasangka mapan. Dr. Saifur Rohman menelusuri fondasi-fondasi epistemologi, ontologi, dan aksiologi dengan pendekatan kritis yang menggabungkan tradisi filsafat Barat, pemikiran Timur, serta pengalaman reflektif manusia Indonesia.&#13;
Penulis mengedepankan argumen bahwa berpikir filosofis menuntut keberanian untuk kembali pada pertanyaan awal: apa makna menjadi manusia dan bagaimana cara manusia memahami dunia. Dengan menguraikan perkembangan sejarah filsafat, tokoh-tokoh kunci, serta perdebatan metodologis dalam ilmu pengetahuan dan humaniora, buku ini membantu pembaca melihat bahwa filsafat bukan sekadar wacana abstrak, melainkan alat analisis yang relevan bagi persoalan sosial, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari.&#13;
Melalui pendekatan konseptual yang runtut, karya ini mengajak pembaca membangun sikap reflektif dan kritis dari dasar, sehingga “titik nol” menjadi simbol bagi proses pembentukan kesadaran baru. Buku ini bermanfaat bagi mahasiswa, akademisi, dan siapa saja yang ingin memahami filsafat secara mendasar namun tetap kontekstual dengan realitas Indonesia.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0067/BH1/PPBH/2025</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
