Cite This        Tampung        Export Record
Judul Untung berlimpah dari budidaya kambing / Tiwi Astuti
Pengarang Tiwi Astuti (penulis)
EDISI Cetakan I, 2017
Penerbitan [tempat terbit tidak teridentifikasi] : Shira Media, 2017
Yogyakarta : Solusi Distribusi, [tahun distribusi tidak teridentifikasi]
Yogyakarat : CV. Solusi Distribusi, [tahun distribusi tidak teridentifikasi]
Deskripsi Fisik 100 halaman :ilustrasi ;21 cm
Konten teks
Media tanpa perantara
Penyimpan Media volume
ISBN 978-602-73349-6-0
Subjek Ternak kambing
Abstrak Usaha peternakan kambing di Indonesia telah dikenal sejak dahulu, namun pengetahuan tentang dimulainya proses domestikasi dabn pembudidayaan ternak kambing dari hewan liar masih langka. Adanya berbagai jenis kambing asli di Indonesia seperti kambing kacang, kambing samosir, dan kambing marica menunjukkan bahwa penduduk Indonesia telah mengenal jenis jenis kambing setidaknya melalui pemanfaatannya sebagai hasil perburuan.Kambinmg mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, daging yang dihasilkan bernutrisi tinggi, susunya baik untuk kesehatan, dan kulitnya berguna untuk membuat berbagai macam kerajinan. Untuk beternak kambing modal diperlukan pun tidak terlalu tinggi. Kedatangan bangsa-bangsa Tiongkok, India, Arab, Eropa, dan lain-lain yang juga membawa ternak kambing dari negara asalnya sehingga terjadi perkawinan silang antara kambing asli dengan kambing dari luar yang menghasilkan kambing keturunan atau peranakan di berbagai daerah di Indonesia. Tetapi masih terdapat ternak kambing asli. Dengan demikian terjadilah
Catatan Bibliografi : halaman 99
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
0520200923 636.301 TIW u Baca di tempat UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta - Ruang Tandon Tandon
0520200924 636.301 TIW u Dapat dipinjam UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta - Ruang Baca Umum Tersedia
0520200925 636.301 TIW u Baca di tempat UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta - Perpustakaan Keliling Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000956995
005 20200629113050
006 aa g b 000 0
007 ta
008 200513r2017 xx a g b 000 0 ind
020 # # $a 978-602-73349-6-0
035 # # $a 0010-0620000118
040 # # $a SBPKHAT$b ind$e rda
041 # # $a ind
082 0 4 $a 636.301$2 [23]
084 # # $a 636.301 TIW u
100 0 # $a Tiwi Astuti (penulis)
245 1 0 $a Untung berlimpah dari budidaya kambing /$c Tiwi Astuti
250 # # $a Cetakan I, 2017
264 # 2 $a Yogyakarat :$b CV. Solusi Distribusi,$c [tahun distribusi tidak teridentifikasi]
264 # 2 $a Yogyakarta :$b Solusi Distribusi,$c [tahun distribusi tidak teridentifikasi]
264 # 1 $a [tempat terbit tidak teridentifikasi] :$b Shira Media,$c 2017
300 # # $a 100 halaman : $b ilustrasi ; $c 21 cm
336 # # $a teks$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
504 # # $a Bibliografi : halaman 99
520 3 # $a Usaha peternakan kambing di Indonesia telah dikenal sejak dahulu, namun pengetahuan tentang dimulainya proses domestikasi dabn pembudidayaan ternak kambing dari hewan liar masih langka. Adanya berbagai jenis kambing asli di Indonesia seperti kambing kacang, kambing samosir, dan kambing marica menunjukkan bahwa penduduk Indonesia telah mengenal jenis jenis kambing setidaknya melalui pemanfaatannya sebagai hasil perburuan.Kambinmg mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, daging yang dihasilkan bernutrisi tinggi, susunya baik untuk kesehatan, dan kulitnya berguna untuk membuat berbagai macam kerajinan. Untuk beternak kambing modal diperlukan pun tidak terlalu tinggi. Kedatangan bangsa-bangsa Tiongkok, India, Arab, Eropa, dan lain-lain yang juga membawa ternak kambing dari negara asalnya sehingga terjadi perkawinan silang antara kambing asli dengan kambing dari luar yang menghasilkan kambing keturunan atau peranakan di berbagai daerah di Indonesia. Tetapi masih terdapat ternak kambing asli. Dengan demikian terjadilah tiga kelompok besar bangsa ternak kambing yaitu: pertama, kelompok kambing yang masih asli yang belum tercampur darah dengan ternak luar; kelompok kedua adalah kelompok "peranakan" yaitu bangsa ternak kambing yang telah bercampur darah dengan bangsa ternak kambing luar.; kelompok ketiga adalah bangsa ternak kambing luar yang masih diperkembangbiakan di Indonesia, baik murni dari satu bangsa atau yang sudah bercampur darah antara sesama bangsa ternak kambing luar tersebut.Buku ini menjelaskan tentang pedoman beternak dua jenis kambing, yaitu kambing lokal atau kambing kancang dan kambing etawa. Pembahasan yang dimuat termasuk cara beternak, perawatannya, hingga analisis hasil usaha yang bisa dijadikan patokan untuk menghitung pendapatan.
650 # 4 $a Ternak kambing
850 # # $a SBPKHAT
990 # # $a 20824/BH1/PPBH/2019
990 # # $a 20825/BH2/PPBH/2019
990 # # $a 20826/BH3/PPBH/2019
Content Unduh katalog