Cite This        Tampung        Export Record
Judul Kekerasan terhadap anak / Dr. Abu Huraerah, M. Si,; editor, Mathori A Elwa
Pengarang Abu Huraerah (Abu Huraerah)
(pengarang)
(pengarang)
Mathori A Elwa (editor)
EDISI Edisi IV, cetakan I, April 2018
Penerbitan Bandung : Penerbit Nuansa Cendekia, 2018
Deskripsi Fisik 382 halaman :ilustrasi ;24 cm
Konten teks
Media tanpa perantara
Penyimpan Media volume
ISBN 978-602-350-190-6
Subjek Kejahatan terhadap anak dan remaja
Abstrak Setiap hari kita masih mendengar rintihan anak-anak yang disiksa dan dianiaya hingga ada yang terbunuh, baik yang dilakukan keluarganya maupun masyarakat. Anak-anak yang disekap, diculik, ditelantarkan, diperkosa, atau anak-anak yang diperdagangkan. Itulah anak-anak korban kekerasan, yang hingga kini belum mendapatkan pelayanan dan bantuan yang memadai, baik yang dari negara dan pemerintah maupun masyarakat. Permasalahan anak di Indonesia belum dapat ditangani secara serius dan komprehensif. Penanggulangan permasalahan anak menjadi termarjinalkan di tengah hiruk-pikuk persoalan politik dan hegemoni kekuasaan. Ironisnya, di satu sisi permasalahan anak dianggap sesuatu yang penting hingga membutuhkan perhatian dan kepedulian yang sungguh-sungguh, tetapi di sisi lain dalam realitasnya permasalahan anak, seperti tindakan kekerasan dan penelantaran anak masih belum dapat tertangani dengan baik. Masih terjadi kesenjangan antara harapan (das Sollen) dan kenyataan (das Sein) yang dihadapi anak Indonesia. Sebagai gene
Catatan Termasuk bibliografi
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
0420212043 364.155 54 ABU k Baca di tempat UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta - Ruang Tandon Tersedia
0420212044 364.155 54 ABU k Dapat dipinjam UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta - Ruang Baca Umum Tersedia
0420212045 364.155 54 ABU k Baca di tempat UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta - Perpustakaan Keliling Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001066233
005 20211208113239
006 aa g b 0|1 |
007 ta
008 190801t2018 jbia g b 0|1 | ind
020 # # $a 978-602-350-190-6
035 # # $a 0010-0421000148
040 # # $a SBPKHAT$b ind$e rda
041 # # $a ind
082 0 4 $a 364.155 54$2 [23]
084 # # $a 364.155 54 ABU k
100 0 # $a Abu Huraerah $e pengarang$e Abu Huraerah $e pengarang
245 1 0 $a Kekerasan terhadap anak /$c Dr. Abu Huraerah, M. Si,; editor, Mathori A Elwa
250 # # $a Edisi IV, cetakan I, April 2018
264 # 1 $a Bandung :$b Penerbit Nuansa Cendekia,$c 2018
300 # # $a 382 halaman : $b ilustrasi ; $c 24 cm
336 # # $a teks$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
504 # # $a Termasuk bibliografi
520 # # $a Setiap hari kita masih mendengar rintihan anak-anak yang disiksa dan dianiaya hingga ada yang terbunuh, baik yang dilakukan keluarganya maupun masyarakat. Anak-anak yang disekap, diculik, ditelantarkan, diperkosa, atau anak-anak yang diperdagangkan. Itulah anak-anak korban kekerasan, yang hingga kini belum mendapatkan pelayanan dan bantuan yang memadai, baik yang dari negara dan pemerintah maupun masyarakat. Permasalahan anak di Indonesia belum dapat ditangani secara serius dan komprehensif. Penanggulangan permasalahan anak menjadi termarjinalkan di tengah hiruk-pikuk persoalan politik dan hegemoni kekuasaan. Ironisnya, di satu sisi permasalahan anak dianggap sesuatu yang penting hingga membutuhkan perhatian dan kepedulian yang sungguh-sungguh, tetapi di sisi lain dalam realitasnya permasalahan anak, seperti tindakan kekerasan dan penelantaran anak masih belum dapat tertangani dengan baik. Masih terjadi kesenjangan antara harapan (das Sollen) dan kenyataan (das Sein) yang dihadapi anak Indonesia. Sebagai generasi penerus bangsa, anak selayaknya mendapatkan hak-hak dan kebutuhan-kebutuhannya secara memadai. Sebaliknya, mereka bukanlah obyek (sasaran) tindakan kesewenang-wenangan dan perlakuan yang tidak manusiawi dari siapapun atau pihak manapun. Anak yang dinilai rentan terhadap tindak kekerasan dan penganiayaan, seharusnya dirawat, diasuh, dididik dengan sebaik-baiknya, agar mereka tumbuh serta berkembang secara sehat dan wajar. Hal ini tentu saja perlu dilakukan, agar kelak di kemudian hari tidak terjadi generasi yang hilang (the lost generation). Nampaknya kita perlu menyadari bahwa permasalahan anak bukanlah hal yang sederhana. Penanggulangan permasalahan anak adalah sangat menuntut banyak pihak. Mereka bukan semata-mata tanggung jawab orang tua, melainkan juga menjadi tanggung jawab negara dan pemerintah serta masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi peran orang tua, negara dan pemerintah, serta masyarakat terutama melalui LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dalam upaya mensejahterakan anak perlu diupayakan. Anak-anak adalah harapan masa depan bangsa. Anak-anak Indonesia adalah anak-anak kita sendiri dan tanggung jawab kita bersama.
650 # 0 $a Kejahatan terhadap anak dan remaja
700 0 # $a Mathori A Elwa$e editor
850 # # $a SBPKHAT
990 # # $a 20101/BH1/PPBH/2019
990 # # $a 20102/BH2/PPBH/2019
990 # # $a 20103/BH3/PPBH/2019
Content Unduh katalog