|
Tag
|
Ind1
|
Ind2
|
Isi
|
|
001
|
|
|
INLIS000000001069943
|
|
005
|
|
|
20211209041753
|
|
006
|
|
|
aa grb 000 e
|
|
007
|
|
|
ta
|
|
008
|
|
|
190531r2015 yoia grb 000 e ind
|
|
020
|
#
|
#
|
$a 978-602-6751-33-1
|
|
035
|
#
|
#
|
$a 0010-0921000125
|
|
040
|
#
|
#
|
$a SBPKHAT$b ind$e rda
|
|
082
|
0
|
4
|
$a 302.23$2 [23]
|
|
084
|
#
|
#
|
$a 302.23 ADH j
|
|
100
|
0
|
#
|
$a Adhitia Kukuh, $d 1996- $e (penulis)$d Adhitia Kukuh, $d 1996- $e (penulis)$e Adhitia Kukuh, $d 1996- $e (penulis)
|
|
245
|
1
|
0
|
$a Jendela media : $b melihat dan mengkaji komunikasi massa kontemporer /$c Adhitia Kukuh, Detri Silviana Sahi, Ayu Putri Pertiwi, Arkhanudin Nurrohman, Mohammad Maulana Septiady
|
|
250
|
#
|
#
|
$a Cetakan 2015
|
|
264
|
#
|
1
|
$a Yogyakarta :$b Buku Litera,$c 2015
|
|
300
|
#
|
#
|
$a xii, 226 halaman : $b ilustrasi ; $c 21 cm
|
|
336
|
#
|
#
|
$a teks$2 rdacontent
|
|
337
|
#
|
#
|
$a tanpa perantara$2 rdamedia
|
|
338
|
#
|
#
|
$a volume$2 rdacarrier
|
|
504
|
#
|
#
|
$a Bibliografi : halaman 205-210
|
|
505
|
0
|
#
|
$a Isi : Dampak negatif televisi dalam era globalisasi / Adhitia Kukuh -- Religi di televisi : bentuk dakwah dalam media komunikasi/Detri Silviana Sahi -- Mistik di televisi : Mister Tukul dan eksploitasi 'makhluk halus'/Ayu Putri Pertiwi -- Dakwah berujung duit / Arkhanudin Nurrohman -- Televisi sebagai alat intervensi pemilik / Mohammad Maulana Septiady -- Rating televisi dan masyarakat Indonesia / Muhammad Ilham Alfathan -- Representasi perempuan dalam acara televisi / Dike Jayanti Kusuma -- Kekerasan gender dalam media televisi di Indonesia / Muhtadin Ahsan -- Komodifikasi pernikahan artis sebagai virus media televisi di era modern / Nurul Hasanah Putri -- Masuknya politik dalam media televisi di era globalisasi / Tito Anoegrah -- Konglomerat televisi : antara pembodohan dan kebodohan / D.M Arivan Arviansyah -- Akankah film indie turut disensor? / Pandu Wahyu Saputra -- Film komunitas harus lulus sensor / Pramuditya Ranutanta -- "Komodikasi warga dalam citizen journalism dalam program wideshot Metro TV" / Rahma Wulandari -- Mempersoalkan "sensor" di Indonesia / Riana Nugraheni -- Gender dan media : stereotip perempuan pada iklan di media / Safira Rizqina Oktaviani -- Mempersoalkan pengawasan siaran oleh KPI / Januarieta Syahdizar -- Agama sebagai komoditas siaran religi Islami dalam media televisi / Handika Gea Nugraha -- Televisi dan stand up "bullying" comedy / Akhmad Arifin -- Sensor dalam tayangan televisi di Indonesia / Sungging Satrio Hutomo -- KPI, televisi, dan masyarakat / Jonathan Simanungkalit -- Kongloremasi media televisi / Hannifa Sebyana Lukita -- Stereotipe Oscar 2016 antara kulit hitam dan kulit putih dalam berita media / Irfa Maulana -- Kuasa lembaga sensor film di Indonesia : mendidik atau membodohi? / Parardya Catrasatwika -- Budaya populer dalam film Box Office / Sinung Eka Prihantara -- Radio komunitas : eksistensi radio di Yogyakarta / Aditya Rizky Prameswara -- Fanatisme terhadap idola / Gigih Fajar Prasetya -- Gender dan media : ketidakadilan pada perempuan karena perbedaan gender / Mohammad Apriansyah Huda -- Kulit mulus, rejeki halus : media dan representasi kulit ideal / Nadia Putri Dewi -- Di balik berita religi : Ustadz selebritis dan kontroversi tarif dakwah / Muhammad Fadhil Rachmadin Meliala -- Televisi dan eksistensi budaya Jepang melalui JKT48 / Rahmad Wasdani Julian Widhartono -- Komunikasi massa di era media sosial : perkembangan dan relasinya dengan anak / Aldo Robbyansah -- Dilema media sebagai sarana yang menyerukan gender / Paulinus Evantrisno Tahir -- "Itik" jadi duta Pancasila : kontroversi selebritis dan pelecehan lambang negara di media massa / Adinda Rizkia Hidayatullaili -- Eksploitasi tubuh wanita di iklan cat Avian / Herini Bunga -- Metode komunikasi perang urat syaraf dalam berita dan iklan di televisi / Muhamad Mulki Al Fathur -- Sinetron televisi Indonesia di mata anak-anak / Nugra Yoga Pratama -- Analisis media terkait dengan terorisme di Indonesia / Mahani Muhammad Raafsatary
|
|
520
|
3
|
#
|
$a Menurut Pamela J. Shoemaker dan Stephen D. Reese dalam buku mereka, Mediating the message, theories of influences on mass media content, ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi pembingkaian (framing) berita. Pertama, adalah level individu dari para pekerja media. Ini meliputi karakter, pengalaman, dan latar belakang individu di media, nilai, sikap, dan kepercayaan individu serta peran profesional dan etika dan individu di media. Kedua adalah rutinitas media. Sebagai contoh media cetak dan internet tentu memiliki perbedaan karena keduanya berbeda dalam perspektif kebaruan berita. Ketiga, level organisasi media, yang sudah bersifat lebih makro dari level pertama dan kedua. Keempat adalah level dari luar media (extra media), yang mencakup audiens, pemasang iklan, pemerintah, dan komunitas. Kelima adalah level ideologi yang dianut oleh media. Buku ini menyajikan beragam kajian fenomena media massa dalam perspektif komunikasi massa. Kajiannya membentang luas namun tetap berada dalam satu simpul komunikasi massa.
|
|
650
|
#
|
4
|
$a Komunikasi
|
|
650
|
#
|
0
|
$a Komunikasi dalam masyarakat
|
|
650
|
#
|
4
|
$a Media massa--$z Indonesia
|
|
700
|
0
|
#
|
$a Arkhanudin Nurrohman,$d 1995-$e (penulis) -$t Dakwah berujung duit
|
|
700
|
0
|
#
|
$a Ayu Putri Pertiwi,$d 1994-$e (penulis) -$t Mistik di televisi : Mister Tukul dan eksploitasi 'makhluk halus'
|
|
700
|
0
|
#
|
$a Detri Silviana Sahi,$d 1995-$e (editor) -$t Religi di televisi : bentuk dakwah dalam media komunikasi
|
|
700
|
0
|
#
|
$a Fajar Junaedi$e (editor)
|
|
700
|
0
|
#
|
$a Mohammad Maulana Septiady,$d 1996-$e (penulis) -$t Televisi sebagai alat intervensi pemilik
|
|
700
|
0
|
#
|
$a Muhammad Ilham Alfathan,$d 1996-$e (penulis) -$t Rating televisi dan masyarakat Indonesia
|
|
850
|
#
|
#
|
$a SBPKHAT
|
|
990
|
#
|
#
|
$a 9993/BH1/PPBH/2019
|
|
990
|
#
|
#
|
$a 9994/BH2/PPBH/2019
|
|
990
|
#
|
#
|
$a 9994/BH3/PPBH/2019
|