
| Judul | Demokrasi liberal (1950-1959) dan demokrasi terpimpin (1959-1966) / penulis, Sudarwanto Pujosantoso ; editor, Sudarwanto Pujosantoso ; penyunting, Sudarwanto Pujosantoso |
| Pengarang | Sudarwanto Pujosantoso (penulis) (penulis) (penyunting) (penyunting) (Sudarwanto Pujosantoso) |
| EDISI | Cetakan pertama, 2018 |
| Penerbitan | Pontianak : Derwati Press, 2018 |
| Deskripsi Fisik | 119 halaman :illustrasi ;21 cm |
| Konten | teks |
| Media | tanpa perantara |
| Penyimpan Media | volume |
| ISBN | 978-602-5705-03-8 |
| Subjek | Demokrasi liberal-- 1950-1959 Demokrasi kepemimpinan-- 1959-1966 |
| Abstrak | Demokrasi liberal adalah salah satu bentuk sistem pemerintahan yang berkiblat pada demokrasi. Liberal disini dalam artian perwakilan atau representatif. Dengan pelaksanaan konstitusi tersebut, pemerintahan Republik Indonesia dijalankan oleh suatu dewan menteri (kabinet) yang dipimpin oleh seorang perdana menteri dan bertanggung jawab kepada parlemen (DPR). Sistem multi partai pada masa demokrasi liberal mendorong untuk lahirnya banyak partai-partai politik dengan ragam ideologi dan tujuan politik. Demokrasi Liberal sendiri berlangsung selama hampir 9 tahun, dalam kenyataanya bahwa UUDS 1950 dengan sisten Demokrasi Liberal tidak cocok dan tidak sesuai dengan kehidupan politik bangsa Indonesia yang majemuk. Tahun 1950-1959 merupakan masa memanasnya partai-partai politik pada pemerintahan Indonesia. PNI dan Masyumi merupakan partai yang terkuat dalam DPR (Parlemen). Dalam waktu lima tahun (1950 -1955) PNI dan Masyumi secara bergantian memegang hegemoni poltik dalam empat kabinet yang pernah berlaku. Masing-masin |
| Catatan | Bibliografi : halaman 119 |
| Bahasa | Indonesia |
| Bentuk Karya | Bukan fiksi atau tidak didefinisikan |
| Target Pembaca | Umum |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 1220210657 | 321.8 SUD d | Dapat dipinjam | UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta - Ruang Baca Umum | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000884852 | ||
| 005 | 20211202055741 | ||
| 006 | aa g 000 0 | ||
| 007 | ta | ||
| 008 | 211202s2018 kbia g 000 0 ind | ||
| 020 | # | # | $a 978-602-5705-03-8 |
| 035 | # | # | $a 0010-1221000090 |
| 040 | # | # | $a SBHKHAT$b ind$e rda |
| 082 | 0 | 4 | $a 321.8$2 [23] |
| 084 | # | # | $a 321.8 SUD d |
| 100 | 0 | # | $a Sudarwanto Pujosantoso $e penulis $e penyunting$e Sudarwanto Pujosantoso $e penulis $e penyunting |
| 245 | 1 | 0 | $a Demokrasi liberal (1950-1959) dan demokrasi terpimpin (1959-1966) /$c penulis, Sudarwanto Pujosantoso ; editor, Sudarwanto Pujosantoso ; penyunting, Sudarwanto Pujosantoso |
| 250 | # | # | $a Cetakan pertama, 2018 |
| 264 | # | 1 | $a Pontianak :$b Derwati Press,$c 2018 |
| 300 | # | # | $a 119 halaman : $b illustrasi ; $c 21 cm |
| 336 | # | # | $a teks$2 rdacontent |
| 337 | # | # | $a tanpa perantara$2 rdamedia |
| 338 | # | # | $a volume$2 rdacarrier |
| 504 | # | # | $a Bibliografi : halaman 119 |
| 520 | # | # | $a Demokrasi liberal adalah salah satu bentuk sistem pemerintahan yang berkiblat pada demokrasi. Liberal disini dalam artian perwakilan atau representatif. Dengan pelaksanaan konstitusi tersebut, pemerintahan Republik Indonesia dijalankan oleh suatu dewan menteri (kabinet) yang dipimpin oleh seorang perdana menteri dan bertanggung jawab kepada parlemen (DPR). Sistem multi partai pada masa demokrasi liberal mendorong untuk lahirnya banyak partai-partai politik dengan ragam ideologi dan tujuan politik. Demokrasi Liberal sendiri berlangsung selama hampir 9 tahun, dalam kenyataanya bahwa UUDS 1950 dengan sisten Demokrasi Liberal tidak cocok dan tidak sesuai dengan kehidupan politik bangsa Indonesia yang majemuk. Tahun 1950-1959 merupakan masa memanasnya partai-partai politik pada pemerintahan Indonesia. PNI dan Masyumi merupakan partai yang terkuat dalam DPR (Parlemen). Dalam waktu lima tahun (1950 -1955) PNI dan Masyumi secara bergantian memegang hegemoni poltik dalam empat kabinet yang pernah berlaku. Masing-masing partai politik selalu berusaha untuk menghalalkan segala cara agar tujuan partainya tercapai. Demi menyelamatkan negara maka presiden melakukan tindakan mengeluarkan keputusan Presiden RI No. 75/1959 sebuah dekrit yang selanjutnya dikenal dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Tujuan dikeluarkan dekrit adalah untuk menyelesaikan masalah negara yang semakin tidak menentu dan untuk menyelamatkan negara. Rakyat menyambut baik sebab mereka telah mendambakan adanya stabilitas politik yang telah goyah selama masa Liberal. Demokrasi Terpimpin berlaku di Indonesia antara tahun 1959-1966, yaitu dari dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 hingga Jatuhnya kekuasaan Sukarno. Disebut Demokrasi terpimpin karena demokrasi di Indonesia saat itu mengandalkan pada kepemimpinan Presiden Sukarno. Terpimpin pada saat pemerintahan Sukarno adalah kepemimpinan pada satu tangan saja yaitu presiden. |
| 650 | # | 4 | $a Demokrasi kepemimpinan--$y 1959-1966 |
| 650 | # | 4 | $a Demokrasi liberal--$y 1950-1959 |
| 850 | # | # | $a SBPKHAT |
| 990 | # | # | $a 18701/BH2/PPBH/2019 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :