Cite This        Tampung        Export Record
Judul Mengkaji Indonesia : Pengaruh amerika dalam dunia intelektual Indonesia / Nasir Tamara; Editor Ahmad Norma
Pengarang Nasir Tamara (Nasir Tamara)
(Pengarang)
(Pengarang)
Ahmad Norma (Penyunting)
EDISI Cetakan pertama, Juni 1997
Penerbitan Yogyakarta : Yayasan Bentang Budaya, 1997
Deskripsi Fisik ix, 99 halaman ;20 cm
Konten teks
Media tanpa perantara
Penyimpan Media volume
ISBN 979-8793-28-5
Subjek Indonesia -- Sejarah
Abstrak Tinjauan tentang pengaruh Amerika Serikat terhadap Indonesia sudah sering ditulis. Namun buku ini terasa lain. Disebutkan, hubungan kedua bangsa sudah dimulai sejak 1782, ketika In- donesia masih bernama Hindia Belanda. Tidak sedikit serpihan sejarah terangkat, dan menjadi lebih bernilai. Misalnya, tentang Politik Etis yang ternyata hanya semacam janji kosong dalam kampanye internasional yang dilakukan Belanda sebagai negara kolonial untuk mendapat pengakuan sebagai negara liberal (halaman 15-16).Karena bualan itu, pandangan intelektual Amerika menjadi sempit dan berpihak kepada Belanda. Tulisan mereka tentang Indonesia sering bersumber dari pandangan administratif pemerintah kolonial, dan tentu saja tidak kritis. Sikap kritis Amerika baru muncul ketika semangat antikolonialisme melanda kalangan intelektual Amerika, yang menghendaki kemerdekaan bangsa-bangsa di Asia Tenggara.Mungkin kita ingat nama John Echols, George Kahin, Clifford dan Hildred Geertz, Harry J. Benda, Benedict Anderson, Herbert Feith, Willia
Catatan Indeks : halaman. 89-98
Tentang penulis : halaman. 99
Bibliografi : halaman. 82-87
Bahasa Indonesia
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
0720220326 KH 959.8 NAS m Baca di tempat UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta - Ruang Koleksi Referensi Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001162253
005 20220721082148
007 ta
008 220721t1997####jki####g############ind##
020 # # $a 979-8793-28-5
035 # # $a 0010-0722000138
040 # # $a SBPKHAT$b ind$e rda
041 # # $a ind
043 # # $a a-io---
082 # # $a 959.8$2 [23]
084 # # $a KH 959.8 NAS m
100 # # $a Nasir Tamara$e Pengarang$e Nasir Tamara$e Pengarang
245 1 # $a Mengkaji Indonesia : $b Pengaruh amerika dalam dunia intelektual Indonesia /$c Nasir Tamara; Editor Ahmad Norma
250 # # $a Cetakan pertama, Juni 1997
264 # # $a Yogyakarta :$b Yayasan Bentang Budaya,$c 1997
300 # # $a ix, 99 halaman ; $c 20 cm
336 # # $a teks$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
500 # # $a Indeks : halaman. 89-98
500 # # $a Tentang penulis : halaman. 99
504 # # $a Bibliografi : halaman. 82-87
520 # # $a Tinjauan tentang pengaruh Amerika Serikat terhadap Indonesia sudah sering ditulis. Namun buku ini terasa lain. Disebutkan, hubungan kedua bangsa sudah dimulai sejak 1782, ketika In- donesia masih bernama Hindia Belanda. Tidak sedikit serpihan sejarah terangkat, dan menjadi lebih bernilai. Misalnya, tentang Politik Etis yang ternyata hanya semacam janji kosong dalam kampanye internasional yang dilakukan Belanda sebagai negara kolonial untuk mendapat pengakuan sebagai negara liberal (halaman 15-16).Karena bualan itu, pandangan intelektual Amerika menjadi sempit dan berpihak kepada Belanda. Tulisan mereka tentang Indonesia sering bersumber dari pandangan administratif pemerintah kolonial, dan tentu saja tidak kritis. Sikap kritis Amerika baru muncul ketika semangat antikolonialisme melanda kalangan intelektual Amerika, yang menghendaki kemerdekaan bangsa-bangsa di Asia Tenggara.Mungkin kita ingat nama John Echols, George Kahin, Clifford dan Hildred Geertz, Harry J. Benda, Benedict Anderson, Herbert Feith, William Liddle, Karl Jackson, James Fox, dan Donald Emerson. Pengaruh mereka tidak kecil dalam pemikiran dan ilmu- ilmu sosial sampai sekarang. Jasa mereka juga patut dicatat, paling tidak membuat Indonesia sebagai negara sentral pada debat teori ilmu-ilmu sosial dalam studi wilayah Asia Tenggara.Menurut Nasir Tamara, penulis buku Mengkaji Indonesia: Pengaruh Amerika dalam Dunia Intelektual Indonesia ini, wilayah Asia Tenggara sebetulnya belum dikenal pada tahun 1940, tetapi lalu mendapat prioritas selama perang yang memalukan antara Amerika dan Vietnam. Indonesia sebenarnya telah bekerja sama dengan Negeri Paman Sam itu sejak 1951, yaitu waktu Presiden Truman menyediakan berbagai fasilitas untuk Indonesia di bidang pendidikan bagi kalangan sipil dan militer. Jenderal Ahmad Yani termasuk salah seorang yang pernah mengenyam pendidikan tersebut.Buku ini dibagi menjadi enam bab, ditambah dua tulisan lain (pengantar dan kesimpulan). Pembaca dapat mengikuti data dan analisisnya yang runtut, serta menangkap nuansa politis yang terkandung di dalamnya. Nasir juga menyinggung aktivitas ahli- ahli Amerika yang mengamati Indonesia, karya-karya mereka, pengaruh pandangan mereka terhadap para intelektual Indonesia. Maka, melalui buku ini pembaca diyakinkan bahwa lembaga-lembaga sosial dan pendidikan Amerika benar-benar berpengaruh pada dunia intelektual dan dimensi politik di negara kita. Belasan, puluhan, bahkan mungkin ratusan ahli kita, mengecap pendidikan di sana dan membawa pandangan-pandangan Amerika ke Indonesia.
650 # 4 $a Indonesia -- Sejarah
700 0 # $a Ahmad Norma$e Penyunting
850 # # $a SBPKHAT
990 # # $a 153/B1/PPBH/2016
Content Unduh katalog