Cite This        Tampung        Export Record
Judul Sumarak Nagari : Buku Panduan Pasambahan dan Pidato Adat Minangkabau / R. St. Tandiko dan M.I. St. Rajo Batuah ; penyunting/editor, H. Arfizal Indramaharaja
Pengarang Tandiko, R. St. (penulis)
(penulis)
(penulis)
(penulis)
(penulis)
(penulis)
(penulis)
(penulis)
(Tandiko, R. St.)
(Tandiko, R. St.)
(Tandiko, R. St.)
(Tandiko, R. St.)
(Tandiko, R. St.)
(Tandiko, R. St.)
(Tandiko, R. St.)
Rajo Batuah, M. I. St. (penulis)
Arfizal Indramaharaja, Haji (penyunting/editor)
EDISI Cetakan I, Maret 2003
Penerbitan Bukittinggi : Kristal Multimedia, 2003
Deskripsi Fisik 163 halaman ;16 cm
Konten teks
Media tanpa perantara
Penyimpan Media volume
Subjek Bahasa Minangkabau-- Istilah dan ungkapan
Adat istiadat dan kebiasaan
Abstrak Sambah menyambah adalah satu tata cara menurut adat istiadat Minangkabau yang mengatur tata tertib dan sopan santun pembicaraan orang dalam sebuah pertemuan. Kata-kata sambah yang dalam bahasa Indonesia berarti sembah, diambil dari semacam sikap awal yang dilakukan oleh setiap orang yang akan melaksanakan pasambahan.Sebelum memulai pembicaraannya ia harus terlebih dahulu mengangkat dan mempertemukan kedua telapak tangannya lurus di antara kening dan hidung bagaikan orang menyembah. Begitu pula sebaliknya sikap yang dilakukan lawan bicara ketika menerima sembah.DI dalam aturan adat Minangkabau, tata cara sambah manyambah ini justru diletakkan sebagai lembaga pertama tentang adab sopan santun basa basi yang harus dilakukan oleh setiap orang yang bertemu dalam satu musyawarah.
Target Pembaca Kelompok khusus

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
0820222439 KH 499.224 481 3 TAN s Baca di tempat UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta - Ruang Koleksi Referensi Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001162389
005 20220829093519
006 a fr 000 0
007 ta
008 220823t2003####sbi####f############min##
035 # # $a 0010-0822000085
040 # # $a SBPKHAT$b min$e rda
043 # # $a a-io-sb
082 0 4 $a KH 499.224 481 3$2 [23]
084 # # $a KH 499.224 481 3 TAN s
100 3 # $a Tandiko, R. St. $e penulis$e Tandiko, R. St. $e penulis$e Tandiko, R. St. $e penulis$e Tandiko, R. St. $e penulis$e Tandiko, R. St. $e penulis$e Tandiko, R. St. $e penulis$e Tandiko, R. St. $e penulis$e Tandiko, R. St. $e penulis
245 1 0 $a Sumarak Nagari : $b Buku Panduan Pasambahan dan Pidato Adat Minangkabau /$c R. St. Tandiko dan M.I. St. Rajo Batuah ; penyunting/editor, H. Arfizal Indramaharaja
250 # # $a Cetakan I, Maret 2003
264 # 1 $a Bukittinggi :$b Kristal Multimedia,$c 2003
300 # # $a 163 halaman ; $c 16 cm
336 # # $a teks$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
520 # # $a Sambah menyambah adalah satu tata cara menurut adat istiadat Minangkabau yang mengatur tata tertib dan sopan santun pembicaraan orang dalam sebuah pertemuan. Kata-kata sambah yang dalam bahasa Indonesia berarti sembah, diambil dari semacam sikap awal yang dilakukan oleh setiap orang yang akan melaksanakan pasambahan.Sebelum memulai pembicaraannya ia harus terlebih dahulu mengangkat dan mempertemukan kedua telapak tangannya lurus di antara kening dan hidung bagaikan orang menyembah. Begitu pula sebaliknya sikap yang dilakukan lawan bicara ketika menerima sembah.DI dalam aturan adat Minangkabau, tata cara sambah manyambah ini justru diletakkan sebagai lembaga pertama tentang adab sopan santun basa basi yang harus dilakukan oleh setiap orang yang bertemu dalam satu musyawarah.
650 # 4 $a Adat istiadat dan kebiasaan
650 # 4 $a Bahasa Minangkabau--$x Istilah dan ungkapan
700 # # $a Arfizal Indramaharaja, Haji$e penyunting/editor
700 1 # $a Rajo Batuah, M. I. St.$e penulis
850 # # $a SBPKHAT
990 # # $a 1685/BK1/PPBH/2022
Content Unduh katalog