Cite This        Tampung        Export Record
Judul Pak Dullah in extremis : drama satu babak / Achdiat K. Mihardja
Pengarang Achdiat K. Mihardja (Achdiat K. Mihardja)
(penulis)
(penulis)
EDISI [tidak teridentifikasi]
Penerbitan Jakarta : Balai Pustaka, 1977
Deskripsi Fisik 68 halaman :ilustrasi ;19 cm
Konten teks
Media tanpa perantara
Penyimpan Media volume
ISBN [tidak teridentifikasi]
Subjek Sastra Indonesia
Cerita Pendek
Drama Panggung
Abstrak Cerita ini harus dilihat sebagai suatu keseluruhan Pak Dullah minum racun karena kecewa terhadap orang-orang sekelilingnya karena curiga dan cemburu. Sebelum meninggal ia sempat bercakap-cakap dengan Pak Dullah II, akunya yang lebih baik, yang memberinya nasehat-nasehat dan ‘pemandangan yang sehat’, sampai Pak Dullah sendiri meninggal, bukan karena keracunan, tapi karena penyakit lain (serangan jantung?). Yang meninggal itu adalah Pak Dullah yang penuh kelemahan dan kekhilafan, sedang Pak Dullah II ialah Pak Dullah yang ideal.
Bahasa Indonesia
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
0820250028 KH 899.221 ACH p Baca di tempat UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta - Ruang Koleksi Referensi Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001166699
005 20250822102912
007 ta
008 250822t1977####jkia###g|6####||0###ind|#
020 # # $a [tidak teridentifikasi]
035 # # $a 0010-0825000056
040 # # $a SBPKHAT$b ind$e rda
041 # # $a Ind
043 # # $a a-io-sb
082 # # $a 899.221 [23]
084 # # $a KH 899.221 ACH p
100 # # $a Achdiat K. Mihardja $e penulis$e Achdiat K. Mihardja $e penulis
245 # # $a Pak Dullah in extremis : $b drama satu babak /$c Achdiat K. Mihardja
250 # # $a [tidak teridentifikasi]
264 # # $a Jakarta :$b Balai Pustaka,$c 1977
300 # # $a 68 halaman : $b ilustrasi ; $c 19 cm
336 # # $a teks$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
520 # # $a Cerita ini harus dilihat sebagai suatu keseluruhan Pak Dullah minum racun karena kecewa terhadap orang-orang sekelilingnya karena curiga dan cemburu. Sebelum meninggal ia sempat bercakap-cakap dengan Pak Dullah II, akunya yang lebih baik, yang memberinya nasehat-nasehat dan ‘pemandangan yang sehat’, sampai Pak Dullah sendiri meninggal, bukan karena keracunan, tapi karena penyakit lain (serangan jantung?). Yang meninggal itu adalah Pak Dullah yang penuh kelemahan dan kekhilafan, sedang Pak Dullah II ialah Pak Dullah yang ideal.
521 # # $a Umum
650 # # $a Cerita Pendek
650 # # $a Drama Panggung
650 # # $a Sastra Indonesia
850 # # $a SBPKHAT
990 # # $a 0222/BK1/PPBH/2022
Content Unduh katalog